19 May 2009

Batas Lulus UASBN Sangat Rendah

Kebumen - Lanthing.

Batas lulus Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI sangat rendah. Berbeda dengan Ujian Nasional SLTP dan SLTA yang batas lulusnya ditentukan oleh Badan Standarisasi Pendidikan Nasional (BSNP), batas lulus UASBN SD/MI ditentukan sendiri oleh SD/MI masing-masing.
Keleluasaan penentuan batas lulus ini berdampak tidak jelasnya kriteria kelulusan. Bahkan di beberapa SD batas kelulusannya menurun dari tahun sebelumnya. Di SD Negeri 1 Kretek Rowokele misalnya, batas lulus UASBN mata pelajaran Matematika tahun ini hanya 2,0 menurun dari batas lulus tahun lalu sebesar 2,5.
Kepala SD Negeri 1 Kretek, Rasipan, beralasan diturunkannya batas lulus UASBN Matematika di sekolahnya disebabkan dalam uji coba UASBN terdapat peserta yang hanya beroleh nilai 1,75.
"Seluruh orangtua murid kelas VI kami undang untuk bersama sekolah menentukan batas lulus ini" ujar Rasipan.
"Batas lulus matematika memang diturunkan, namun untuk Bahasa Indonesia dan IPA naik menjadi 4,25 dari tahun lalu sebesar 4,0" imbuh rasipan.

Kriteria kelulusan UASBN lebih baik terdapat di SD Negeri 1 Sidayu Gombong. SD ini mematok batas lulus UASBN mapel Matematika sebesar 3,0, mapel IPA 4,0, dan mapel Bahasa Indonesia sebesar 5,0. Sementara di SD Negeri 2 Gombong, yang merupakan SD 'favorit' batas lulus UASBN untuk mapel Bahasa Indonesia dan IPA sebesar 3,0, untuk mapel matematika sebesar 2,5.

Sementara diperoleh informasi rata-rata batas lulus UASBN SD di kecamatan Buayan sebesar 2,5. Kepala UPT Dinas Dikpora Kecamatan Buayan, Tukijan, beralasan rendahnya batas lulus ini karena anak-anak yang berkebutuhan khusus tidak dipisahkan dengan anak-anak normal.

3 Comments:

wali murid says.. said...

Mengapa SD favorit ( SDN 2 Gombong ) tidak berani mengambil nilai rata-rata tinggi seperti SDN 1 Sidayu...???? Padahal potensi murid-murid mungkin lebih baik dari itu apalagi materi UASBN yang sekarang lebih mudah daripada UASBN tahun lalu. Jangan gitu donk AYO MAJU TERUS PANTANG MUNDUR TUNJUKKAN PRESTASIMU SDN 2 GOMBONG.....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Na said...

o begitu ya pak. kenapa harus matematika yang dikkorbankan ya Pak. Kok bukannya metode pendekatan pengajarannya yang diperbaiki saja, biar anak-anak tertarik untuk belajar matematika. dengan menurunkan batas nilai minimum gitu kan ya sama dengan menurunkan gairah belajar matematika to pak... he....Padahal matematika itu menyenangkan lo... membuat individu menjadi semakin besar rasa eksplorasinya, apalagi denga ilmu aritmetiknya itu, kan exploratif sekali....

Na said...

o begitu to pak,....
kok kayaknya matematika dikebiri ya. harusnya kan yang diperbaiki tu pendekatan dan metode belajarnya ya, bukannya menurunkan batas minimum begitu. la kalo gitu kan sama dengan menurunkan gairan belajar anak pada pelajaran matematika. Orang sudah tau klo matematika dianggap susah kok malah dimotivasi untuk meninggalkannya. iya toh... dengan menurunkan batas nilai minimum begitu. Padahal sebenarnya matematika itu kan menyenangkan, eksploratif, dan menantag anak untuk berpikir logis, realistis, dan nalar. yang mana hal ini dapat dijadikan sebagai bekal untuk menghadapi permasalahan di masa dewasanya kelak, biar jadi individu yang prosedural, nalar, dan kreatif dalam berpikir dan bertindak....

 
©  free template by Blogspot tutorial