21 February 2009

Kunaji, Kepala SMAN 1 Gombong yang Baru


Gombong - Lanthing.

Drs. Kunaji, kepala SMA Negeri 1 Rowokele terhitung mulai jum'at 20 Februari 2009 menjadi kepala SMA Negeri 1 Gombong menggantikan Drs. Karyono yang telah habis masa tugasnya.
Penempatan Kunaji di SMA Negeri 1 Gombong telah diprediksi banyak kalangan, mengingat hal serupa pernah terjadi saat era Drs. Gunawan yang juga berasal dari SMA Negeri 1 Rowokele.
Pengisian posisi kepala SMA Negeri Gombong ini juga melegakan banyak pihak, mengingat sebentar lagi akan ada gawe besar Ujian Nasional, yang membutuhkan konsentrasi dan legalitas.

Sebagian guru berharap hadirnya Kunaji di SMA Negeri Gombong bisa membawa angin segar. Namun Ketua Majlis SAKOBERE, Agus Purwanto, yang juga guru SMA ini mengingatkan agar tidak terbiasa menggantungkan harapan hanya pada satu orang, walaupun itu pemimpin sekalipun. "Kalau ingin berubah lebih baik, ubahlah bersama-sama, jangan biasakan memberi check kosong pada calon pemimpin" tutur Agus.
"Prinsipnya adalah TPA, Transparansi, Partisipatif, dan Akuntabilitas. Saya harap kepala yang baru bekerja berdasarkan prinsip dasar itu dan menciptakan suasana yang kondusif, dan tidak berpihak pada klik tertentu" tambah Agus.

6 Comments:

Majlis SAKOBERE said...

Kepala sekolah baru, harapan baru. Begitu yang mengemuka diantara kita para guru dan karyawan SMA Negeri 1 Gombong menyambut kedatangan Pak Kunaji sebagai kepala sekolah di SMA ‘de Potter’ ini. Harapan yang lazim dan wajar saja. Namun seperti yang dulu nan berlalu, seiring waktu harapan pelahan memudar, dan bahkan berganti kekecewaan. Adakah era Kunaji ini juga akan berulang? Sangat dan teramat mungkin. Mengapa?
Karena belum terlihat pergeseran paradigma diantara kita stakeholder di SMA Negeri 1 Gombong. Para pemangku kewajiban dan pemangku kepentingan (baca : kita-kita ini) masih saja memiliki paradigma ‘ngarep-arep tekane Ratu Adil’. Seorang pemimpin idelal yang cerdas, jujur, amanah, fatonah, bijaksana dan sederet harapan lain terhadap seorang pemimpin.
Padahal ‘Ratu Adil’ itu tidak ada! Bambang Hudrayanto NASA, Gunawan, Karyono, dan sekarang Kunaji adalah manusia sakwantah, manusia biasa, yang tak lepas dari fitrah manusia. Coba tengok diri kita, tengok segala macam kebiasaan dan sifat dasar kita, pun Kunaji atau siapapun sama saja. Kita punya potensi baik dan potensi buruk, juga Kunaji.

Jangan serahkan check kosong kepada para pemimpin kita (dalam konteks ini kepala sekolah). Artinya jangan biarkan kepala sekolah melakukan ‘sekarepe dhewe’, apalagi ‘sakobere’. Kewajiban kita pada pemimpin adalah membantunya, dengan cara :
a. memberikan informasi yang sahih kepadanya sehingga dia bisa mengambil putusan dengan tepat, dan syukur bisa cepat.
b. Melaksanakan semua perintah dan kebijakannya (bukan kebijaksanaannya) dengan sungguh-sungguh.
c. Mengingatkannya bila dia berpikir dan bertindak salah (beradasarkan aturan normatif maupun aturan yang berlaku).

Sekolah, seperti halnya pemerintahan dalam skala kecil, haruslah menganut prinsip-prinsip dasar untuk mewujudkan good and clean governance. Diantaranya (yang saya tahu) adalah prinsip TPA, Transparansi, Partisipatif, dan Akuntabel (keterbukaan, melibatkan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan, dan dapat dipertanggungjawabkan). Prinsip TPA ini yang selama ini dirasakan belum optimal di sekolah kita.

Ambilah contoh, ketika Bu Tami saya tanyakan tentang apa dan bagaimana, termasuk dananya dari mana, rehab ruang laboratorium kimia, fisika, dan biologi. Beliau selaku Waka Sarana dan Prasarana, mengaku tidak tahu menahu. Bahkan yang menandatangani ‘kontrak’ pengadaan barang dengan pihak ke tiga dalam rangka proyek SKM (sekolah kategori mandiri) bukan Bu Tami, selaku Waka Sarpras. (Tidak Transparan).

Berbagai kegiatan : pembangunan gedung lantai dua di barat, kegiatan les sore TIDAK PERNAH mengajak rembugan subjek pendidikan (baca : MURID). (Tidak Partisipatif)
Akuntabilitas? Gejala yang muncul baru sebatas akuntabilitas di atas kertas.

Komite Sekolah yang diharapkan mampu untuk mendorong prinsip dasar TPA itu mandul. Bagaimana tidak mandul bila sebagian dari mereka justru menjadi ‘pemborong’. Ada yang menjadi pemborong mengerjakan bangunan, ada yang memborong pengadaan komputer.

Itu baru sebagian kecil masalah. Masih banyak masalah lain di sekolah ini. Dan tidak semestinya kalau kita ‘hanya’ menggantungkan harapan kepada kepala sekolah, termasuk kepada kepada Pak Kunaji sebagai kepala sekolah yang baru, untuk mengusung sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.
Kita harus bahu-membahu bekerjasama untuk melakukan perbaikan di sekolah kita.
Kita boleh mengambil contoh keberhasilan pengurus Koperasi Makmur (koperasi guru dan karyawan SMA Negeri 1 Gombong), dalam mengambil salah satu bisnis besar ‘sekolah’, yakni bisnis pengadaan seragam murid baru. Setelah negosisasi nan alot dan agak pethenthengan, bisnis beromzet nyaris 200 juta ini berhasil ditarik dan diurus koperasi, dan menghasilkan keuntungan untuk anggota yang cukup lumayan (bukan semata keuntungan bagi segelintir oknum sekolah). Walaupun Pak Hargo dkk belum berhasil memutus ‘cengkeraman’ Sumber Makmur, berpindahnya urusan seragam ke koperasi patut diberikan apresiasi.

Dengan kata lain, kalau kita ingin sekolah ini lebih baik, ya kita sendiri yang berusaha, dan bukan hanya menyerahkan kepada ‘kebaikan hati’ pemimpin.

Totok said...

Saya se-7 banget tuh kang! n buat Pak Kun, harapannya semoga sempat baca postingan ini sehingga bisa jadi landasan tuk berpijak n bertindak nantinya. Apa mau coba terapin sistem dari rowokele?

Majlis SAKOBERE said...

Ya jelas lah Mas Totok ...
Kalau sekolah sekelas SMA Gombong gak maju atau bahkan mundur, itu so pasti manajemen dan guru-gurunya yang ora becus ... alias ....

Lha wong inputnya bagus-bagus gitu kok ...
Juga SMA Gombong harus IT oriented. Klo tidak ya akan jadi 'sekolah ndesa' ...

ari said...

pak Kunaji, SELAMAT BERJUANG!!!

ari said...

saya percaya, bapak dan ibu guru SMAN gombong dapat memberikan yang terbaik, untuk siswa, sekolah, dan negara. selamat berjuang pa, bu!! dalam hati, saya bangga padamu..
saya sekarang sedang menempuh skripsi di FKIP UNS Surakarta.. (alumni tahun 2005)

Nugo@inkvasionlabs.com said...

Mantan kepala sekolahku, selamat memulai tugas di SMAN 1 Gombong

 
©  free template by Blogspot tutorial