21 April 2008

Besok UN SMA/MA/SMK Mulai Digelar

Naskah dan LJK UN tengah diantar ke SubRayon

Gombong _ Lanthing (21/04/08)

Mulai selasa besok (22/04/2008) Ujian Nasional (UN) untuk SLTA : SMA, MA, dan SMK akan digelar. Ujian yang menuai kontroversi di masyarakat ini akan berlansgung selama tiga hari hingga hari kamis (24/04/08). Berbeda dengan Ujian Nasional tahun sebelumnya yang hanya mengujikan tiga matapelajaran, tahun ini UN mengujikan enam matapelajaran. Perubahan lain adalah diadakannya Ujian Nasional untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, dari yang semula hanya untuk tingkat SLTP dan SLTA.

Perubahan ini menuai tanggapan berbagai pihak. Seorang kepala SD di Kecamatan Karanggayam menilai bahwa UN untuk SD sungguh tidak adil. "
Bagaimana mungkin dengan disparitas situasi dan kondisi yang sangat ekstrim diadakan Ujian Nasional untuk seluruh wilayah Indonesia" ujar Kepala SD Kalirejo ini. "Walaupun batas bawah nilai kelulusan ditentukan sendiri, tetap akan menimbulkan persoalan, karena tidak mungkin kami menentukan batas bawah yang terlalu rendah" imbuhnya.

Kritik terhadap UN

Selama ini UN dianggap memiliki banyak titik lemah. Berbagai kalangan berpendapat bahwa UN telah mengebiri otonomi sekolah, dan membuat siswa dan guru lebih sibuk berlatih soal : dengan drill, daripada melakukan proses belajar mengajar. "
Padahal dalam pembelajaran proses itu sangat penting" ujar seorang guru yang tergabung dalam SAKOBERE.
Walaupun telah ada Tim Pemantau Independen, pada praktiknya UN sering diwarnai dengan kecurangan. Bahkan di beberapa tempat kecurangan tidak saja melibatkan peserta UN namun melibatkan pula beberapa oknum guru bahkan sekolah secara institusional bersekongkol untuk mencurangi UN.
"Kalau guru telah bersekongkol dengan siswa untuk mencurangi UN, maka pendidikan sebenarnya tengah mengalami proses pembusukan yang sangat akut. Itu ibarat seorang ayah yang mengajak anaknya merampok" Ujar 'ketua suku' SAKOBERE Agus Purwanto.
Menurut Agus, pihak perguruan tinggi pun tidak mempercayai UN, hal ini dibuktikan masih adanya ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB), dengan mata uji yang sama dengan mata uji dalam UN, sehingga menambah daftar panjang pemborosan dan inefisiensi bidang pendidikan.
UN juga telah mengabaikan kenyataan adanya multiple intelegence (kecerdasan jamak). "
Bagaimana anak-anak yang memiliki kecerdasan spasial (ruang) yang bisanya hanya menggambar, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki kecerdasan verbal yang mungkin hanya bisa menyanyi dan tidak bisa di mapel matematika, haruskah dia gagal di SMA? Sungguh tidak adil. " Tandas Agus.

"
Untuk sekarang UN lebih banyak mudlaratnya ketimbang manfaatnya" tambah Agus lagi.


0 Comments:

 
©  free template by Blogspot tutorial