07 May 2008

'Lonceng Keramat' di SMAN Gombong : Mengejutkan Siswa


Gombong-Lanthing

Siswa SMA Negeri 1 Gombong di Jl. Sempor Lama 64 atau para alumni SMA de Potter ini pasti mengenal gambar 'benda keramat' di atas. Ya, lonceng sekolah ini telah menjalankan tugas selama puluhan tahun sebagai penanda waktu masuk sekolah, ganti jam pelajaran, hingga penanda panggilan para ketua kelas untuk berkumpul.

Apalagi bagi siswa-siswa yang pernah praktikum di laboratorium kimia, selama praktikum kimia minimal dua kali akan terkaget-kaget ketika lonceng ini berbunyi. Hal ini disebabkan letak lonceng yang digantungkan persis di pojok luar lab kimia, sehingga ketika loceng dipukul petugas (biasanya ditabuh oleh Satpam) dengan kerasnya, siswa-siswa yang tengah praktikum akan serempak berseru karena kaget berat : hah ...!, Astaghfirullah ..., wuaduh kaget aku ... atau bahkan eh .. copot .. copot ...!

Tidak jelas mengapa lonceng ini tetap bertengger, padahal sekolah ini telah IT oriented dan memiliki jaringan hot spot/Wi Fi internet.
Usulan beberapa pihak untuk mengganti 'lonceng yang bikin kaget' dengan penanda yang 'lebih ramah anak' belum mendapat tanggapan pihak manajemen sekolah.

6 Comments:

Anonymous said...

Ga papa ah... Keren... Lht org2 kaget karena bunyinya.. seru... asyik kok... Ini malah langka... Asyik bener!!! Bsk pasti loncengnya 'ngangeni'.

lukas said...

biarpun yg katanya sudah IT minded atau IT minder sekalipun.
biarlah lonceng itu tetap ada.
sing nabuh lonceng wis gonta-ganti wong pira ya ? .. weruh jenenge ora ?

Anonymous said...

Loncenge kurang gede pakkkk......??!
kudune ganti karo lonceng sapi..... trus pasang nang tiap kelas.... nah.. angger arep genti pelajaran ketua kelase kon jerit...bakso..bakso..cimol...eh..bakso

this is me...fadjar said...

ga apa-apa malah bagus melestarikan budaya SMAN GOMBONG. sebagai benda bersejarah kita harus menjaga dan merawatnya, bukan? mbiyen nek bel ping siji artine ketua kelas padha kumpul. trus pengarahane nang ngisor lonceng.

this is me...fadjar said...

malah bagus melestarikan benda bersejarah yang ikut menjadi saksi perjalanan sekolah kita. mbiyen nek muni ping siji artine ketua kelas kon padha kumpul. trus pengarahane nang ngisor lonceng.

Anonymous said...

sebenarnya ganti apa yang lebih baik dalam artian seluruh area SMA n 1 Gombong dapat mendengar tanda pergantian waktu dan juga lonceng ini tidak terpengaruh jika listrik mati, maka biarlah lonceng ini tetap menjadi penanda waktu. Sesuai dengan namanya penanda waktu harus mempunyai suara yang keras maka bukan penanda waktu jika itu tidak keras. Sama seperti adzan, memanggil orang, menyiapkan pasukan maka kesemua itu harus menggunakan nada yang keras supaya semua orang dapat memperhatikan dan mendengarnya.

 
©  free template by Blogspot tutorial