18 May 2010

2010 Tamsil PNS Tinggal 50%

Kebumen -orasakobere.

Tambahan Penghasilan (Tamsil) PNS untuk tahun 2010 akan berkurang sebesar separo. Demikian disampaikan Kepala UPT Dinas Dikpora Kecamatan Petanahan, Tukijan. Tukijan yang dihubungi melalui telpon membenarkan informasi akan berkurangnya Tamsil sebesar 50%. "Saya mendapat informasi dari bendahara yang kemarin ikut rapat bahwa uang Tamsil untuk PNS akan dikurangi sebesar 50%" ujar Tukijan.


Tamsil adalah insentif untuk PNS (termasuk guru) diluar gaji yang sumber dananya berasal dari APBD. Beberapa sumber menyampaikan bahwa tahun 2009 uang tamsil sebesar Rp. 90 ribu/bulan. Sementara tahun 2010 akan dikurangi separonya tinggal Rp. 45 ribu/bulan.
Lebih jauh Tukijan menyampaikan bahwa tunjangan untuk guru-guru yang non sertifikasi sebesar Rp. 250 ribu/bulan untuk tahun 2009 juga baru dibayarkan 10 bulan. "Belum jelas kapan sisa yang 2 bulan akan dibayarkan" tambah Tukijan.

Lanjut membaca “2010 Tamsil PNS Tinggal 50%”  »»

11 May 2010

Sago Wayangan

Gombong - orasakobere.

Dalam rangka 'nguri-uri kabudayan Jawi' SMA Negeri 1 Gombong akan mengadakan wayangan. Menurut rencana gawe wayangan akan diselenggarakan besok rabu 12 Mei 2010 mulai jam 08.00 di aula sekolah. Sedikit berbeda dengan wayangan pada umumnya dengan dalang profesional, wayangan di Sago ini akan menampilkan guru dan murid sebagai dalang, para penabuh gamelan (niyaga) dan sindhennya.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Gombong, Drs. Kunnaji, pagelaran wayang ini betul-betul intern untuk mewadahi dan memberi 'ruang belajar' bagi seluruh warga sekolah.

Lanjut membaca “Sago Wayangan”  »»

08 May 2010

Jangan Terlalu Cepat, Bicaralah Pelan dan Las-lasan

Jogjakarta - orasakobere.

Bicaralah Pelan, jangan terlalu cepat, dan las-lasan. Demikian dikatakan Anom Prasetyo, Chief of Production Radio Anak Jogja ketika menerima kunjungan penyiar dan pengelola radio komunitas Kebumen yang berkunjung ke stasiun Radio Anak Jogja. Selanjutnya Anom menjelaskan bahwa radio memiliki keunggulan dibanding media lain, yaitu laiknya teater imajiner, praktis, dan murah.
Kunjungan yang difasilitasi Plan PU Kebumen dan dikoordinasikan pengurus FPAK (Forum Pmerhati Anak Kebumen) diikuti oleh enam radio komunitas diantaranya Insago-FM (SMAN 1 Gombong), Madu-FM (SMK Maarif 2 Gombong), Maligo-FM (SMK Maarif 5 Gombong), Insaro-FM (SMAN 1 Rowokele), Surya-FM (Muhammadiyah Gombong), RJA-FM Sruweng, Delta-FM Mirit, dan radio SDIT Logaritma Karanganyar.

Rombongan radio komunitas Kebumen ini juga mengunjungi radio komunitas SADEWO-FM di di desa Wanalela Bukit Pleret Bantul Jogjakarta. Di Sadewo-FM rombongan menemukan kesederhanaan fasilitas namun dikelola dengan komitmen dan semangat yang tinggi para pengelola dan penyiarnya dalam melakukan pencerahan terhadap masyarakat.
Koordinator FPAK, Agus Purwanto, yang ikut dalam rombongan, menyatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan agar pengelola dan penyiar radio komunitas tetap bersemangat dan terus memperbaiki diri dalam melayani masyarakat sesuai bidang garap masing-masing radio komunitas.


Lanjut membaca “Jangan Terlalu Cepat, Bicaralah Pelan dan Las-lasan”  »»

Ada MARSI Dalam Sertifikasi

Kebumen - orasakobere.

Melalui berbagai media, Anda tentu sering mendengar istilah MARKUS (Makelar Kasus). Namun pernahkah Anda mendengar istilah Makelar Sertifikasi, disingkat MARSI?. Sebuah sumber terpercaya di PGRI Kebumen, mensinyalir adanya praktek makelar sertifikasi ini dalam proses pengurusan sertifikasi guru.

Sumber tersebut menyatakan bahwa modus oknum MARSI ini adalah dengan berkongkalingkong untuk membuat guru yang belum waktunya masuk daftar urut menjadi tertera dalam daftar guru yang akan diproses sertifikasinya. Praktek ini tentu saja akan menggeser urutan para guru yang semestinya masuk daftar urut sertifikasi. Sumber lain menyatakan sebanyak 22 guru 'menerobos' urutan sertifikasi dengan 'bantuan' oknum.
"22 guru dipanggil KaDinas diadakan pertemuan, termasuk PGRI, aktor dibalik semua sudah diungkapkan, masalah tindakan terserah dinas" tambah sumber tersebut.

Lanjut membaca “Ada MARSI Dalam Sertifikasi”  »»

05 May 2010

Beberapa Pungutan Belum Masuk APBS

Gombong - orasakobere.

Beberapa pungutan di SMA Negeri 1 Gombong belum masuk (dimasukkan) ke dalam (R)APBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah). Pungutan kegiatan seperti uang perpisahan, tahun ini Rp. 35.000, pungutan uang Pesantren Akhir Tahun, sebesar Rp. 30.000, pungutan uang Pesantren Ramadhan, pungutan uang majalah siswa sebesar Rp. 15.000, ternyata belum masuk dalam APBS.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2008 Tentang RAPBS, semua pungutan di sekolah semestinya masuk dalam APBS.

Hal serupa disinyalir masih terjadi di beberapa sekolah, bahkan sekolah-sekolah favorit di Kebumen.
Seorang Penggiat Forum Masyarakat Sipil (FORMASI) Kebumen, Mustika Aji, yang dihubungi via telpon menjelaskan bahwa pungutan-pungutan uang seperti itu harus masuk (R)APBS.
"Kalau ada kebutuhan mendadak yang mengharuskan pungutan uang kepada murid atau orang tua murid, dimasukkan dalam APBS Perubahan" ujar Mustika Aji.
Sementara Bendahara Komite SMAN 1 Gombong, Ir. H. Ngadino, yang dihubungi via telpon menyatakan belum mengetahui perihal pungutan ini. "Akan saya tanyakan saat LPJ tahun ini" tambah Ngadino.

Lanjut membaca “Beberapa Pungutan Belum Masuk APBS”  »»

01 May 2010

Lima Tahun Kebumen Disewakan @Rp. 10.000


Kebumen - orasakobere.

Prihatin terhadap praktek pada pemilihan kepala daerah di Kebumen yang begitu marak, Majlis SAKOBERE melakukan gerakan perlawanan terhadap money politic dengan mencetak kaos bernada 'sarkastik' : Disewakan Murah Kebumen Periode 2010 - 2015 Hanya @Rp. 10.000'. Beberapa orang yang 'membaca kaos' semula mengernyitkan dahi, untuk sejenak kemudian tersenyum atau bahkan tertawa.

Ketua Majlis SAKOBERE, Agus Purwanto, mengatakan bahwa gerakan ini adalah sebuah otokritik, karena pelaku money politic bukan hanya pemberi namun juga masyarakat pemilih. "Mirip dengan nama SAKOBERE, itu adalah otokritik untuk kita semua" tambah Agus.

Lanjut membaca “Lima Tahun Kebumen Disewakan @Rp. 10.000”  »»

27 April 2010

Majlis SAKOBERE Usulkan Draft Panduan MOS

Kebumen - orasakobere.

Majlis Obrolan Merdeka SAKOBERE (orasakobere) menyampaikan draft usulan Panduan Masa Orientasi Siswa (MOS). Draft Panduan MOS dihasilkan dari diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pemangku kewajiban yang concern terhadap pelaksanaan MOS yang lebih ramah anak. Draft mengacu kepada Surat Dirjen Mandikdasmen No. 5181/C/MN/1998, Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen Nomor 220/C/MN/2008 dan Panduan Pelaksanaan dan Materi MOS SMP.

Sangat diharapkan draft Panduan MOS dapat disahkan oleh Kepala Dinas Dikpora Kebumen dan dijadikan panduan pelaksanaan MOS tahun pelajaran 2010/2011.
Ketua Majlis SAKOBERE, Agus Purwanto, berharap dengan panduan MOS semua pihak dapat mendorong pelaksanaan MOS sesuai tujuan utamanya, yaitu membantu siswa baru dalam beradaptasi dengan sekolahnya yang baru, sekaligus menghindari praktek menyimpang dalam MOS seperti praktek perpeloncoan.

Lanjut membaca “Majlis SAKOBERE Usulkan Draft Panduan MOS”  »»

26 April 2010

Pengumuman Hasil UN SMA Gombong : 2 Peserta Harus Ulang

Gombong - Orasakobere.

Hasil Ujian Nasional untuk SMA/MA/SMK diumumkan hari ini. Di SMA Negeri 1 Gombong sebanyak 2 orang peserta UN dinyatakan harus melakukan UN ulang , masing-masing 1 orang dari jurusan IPA dan 1 orang dari jurusan IPS. Hal ini diungkapkan Waka Kurikulum SMAN 1 Gombong, Drs. Wahyu Sapto Hartono. Lebih jauh Wahyu menjelaskan bahwa Mata Uji yang belum lulus adalah Biologi (1 orang) dan Bahasa Inggris (1 orang). Sementara nilai UN tertinggi di SMA Negeri 1 Gombong diperoleh Neneng Tri Rahayu Siswaty (jurusan IPA, jumlah nilai : 54,90) dan Argi Ananti Putri (jurusan IPS, jumlah nilai : 51,30).

Di tingkat kabupaten SMA Negeri 1 Gombong menduduki peringkat ke-2 setelah SMA Negeri 1 Kebumen. Sementara untuk mata uji Fisika dan Matematika IPS memperoleh peringkat tertinggi di Kebumen.
Diperoleh keterangan dari sebuah sumber di Dikpora, angka 'kelulusan' UN tahun ini, kabupaten Kebumen tertinggi se eks karesidenan Kedu.
Bagi peserta UN yang 'belum lulus', dapat mengikuti UN ulang pada bulan Mei 2010 di subrayon.

Lanjut membaca “Pengumuman Hasil UN SMA Gombong : 2 Peserta Harus Ulang”  »»

24 April 2010

Jumlah Murid Tiap Rombel : 32 atau 40?

Kebumen - Orasakobere.

Aturan jumlah murid tiap rombongan belajar (rombel) untuk SMP, dan SMA, dipertanyakan beberapa pihak. Pasalnya dalam Surat Keputusan Bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kebumen Nomor 421/1662.b/2010 dan Kepala Kamtor Kementerian Agaman (Depag) Kebumen Nomor Kd.11.05/A/PP/00.1/988/2010, berkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2010/2011, tertera jumlah murid tiap rombel maksimal 40 orang. Dalam surat yang sama diatur pula jumlah maksimal untuk TK/RA maksimal 25 orang tiap rombel, untuk SD/MI maksimal sebanyak 30 orang tiap rombel. Sementara untuk SMK Teknologi maksimal sebanyak 36 orang tiap rombel, dan untuk SMK Non Teknologi maksimal sebanyak 40 orang tiap rombel.
Sementara Peraturan Mendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, tertera jumlah murid tiap rombel untuk SMP, SMA, dan SMK sebanyak 32 orang, dan untuk SD sebanyak 28 orang.

"kami harus mengikuti yang mana?" Tanya Kepala SMP Negeri 1 Adimulyo, Markus Kuat, S.Pd. Sementara Kepala SMP Negeri 1 Buayan, Eko Budianto, S.Pd., mengaku bahwa sekolah yang dipimpinnya telah dua tahun ini hanya menerima 32 murid tiap rombel.
Berbeda, Kepala SMA Negeri 1 Bulus Pesantren, Drs. Eko Sutanto, mengakui bahwa tahun ini sekolahnya masih akan menerima 40 murid tiap rombel. "Tahun ini masih 40-an, mulai tahun depan 32-an" jawabnya ketika dihubungi melalui layanan pesan singkat. Dihubungi melalui layanan pesan singkat, Kepala SMK Negeri 1 Gombong, Drs. Basikun, menyatakan bahwa di sekolahnya jumlah murid tiap rombel sebanyak 36 orang.
Dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat tentang perbedaan jumlah murid tiap rombel antara Permendiknas 41/2007 dan SK Bersama PPDB 2010/2011, Kepala Dinas Dikpora, belum memberikan jawaban.

Lanjut membaca “Jumlah Murid Tiap Rombel : 32 atau 40?”  »»

10 April 2010

Dibuka Kesempatan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan

Kebumen - orasakobere.

Mengacu Permendiknas No. 10/2009 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan dan Surat Dirjen PMPTK No. 3108/F/LL/2010 tertanggal 2 Maret 2010 Tentang Pemberitahuan Program Pendidikan Profesi bagi Guru Dalam Jabatan, para guru yang belum mempunyai sertifikat pendidik, kini beroleh kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG)yang diakhiri dengan sertifikasi, sehingga peserta akan memperoleh sertifikaat pendidik.

Program PPG dilaksanakan oleh oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi yang ditetapkan oleh Mendiknas.
Informasi ini disampaikan oleh Dinas Dikpora Kebumen melalui surat bernomor 900/1260 tertanggal 2 Maret 2010. Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Bidang Administrasi Tenaga Pendidik dan Non Kependidikan, Muh. Rosyid, S.Pd,M.M.Pd, dijelaskan bahwa program PPG bagi guru dalam jabatan direncanakan mulai dilaksanakan bulan September 2010. Sementara kuota PPG Guru dalam jabatan secara nasional ditetapkan oleh Pusat, dan untuk kuota 2010 sebanyak 14.61.
Adapun persyaratan calon peserta PPG adalah sebagai berikut :
  1. Memiliki kualifikasi akademiki minimal S.1/D.IV yang dibuktikan dengan fotocopy ijasah yang dilegalisasi oleh Perguruan Tinggi (apabila Perguruang Tinggi jauh dari lokasi guru dapat dilegalisasi oleh kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan kabupaten/kota);
  2. Guru TK/SD/SMP/SMK/SLB baik guru PNS maupun guru bukan PNS yang mengajar di sekolah negeri atau swasta dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah;
  3. Guru bukan PNS adalah guru tetap yayasan dengan masa kerja minimal 5 tahun, dan memiliki NUPTK;
  4. Usia maksimum 50 tahun pada tanggal 1 September 2010;
  5. Diijinkan oleh kepala sekolah dibuktikan dengan Surat Ijin Belajar dan diketahui oleh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota;
  6. Tidak ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah;
  7. Biaya PPG bagi guru dalam jabatan dibebankan pada para peserta;
  8. Tunduk pada peraturan tentang pelaksanaan PPG bagi guru dalam jabatan,
Dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat (sms) Rosyid menyatakan bahwa perkiraan biaya sekitar Rp. 3 juta untuk guru kelas (1 semester) dan Rp. 5 juta untuk guru mapel (2 semester). "Namun ini belum final karena penunjukkan perguruan tinggi belum ada" tambah Rosyid.
Lebih jauh Rosyid menjelaskan bahwa untuk ijin belajar calon peserta PPG cukup dari Kepala Dinas Dikpora.
Seleksi administrasi akan mulai dilakukan bulan April 2010 dan segala persyaratan administrasi dikirim ke Dinas Dikpora paling lambat 3 Mei 2010.


Lanjut membaca “Dibuka Kesempatan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan”  »»

20 March 2010

Keabsahan Anggota TPI Dipertanyakan

Kebumen - orasakobere.

Keabsahan anggota Tim Pemantau Independen (TPI) Ujian Nasional Kabupaten Kebumen dipersoalkan. Seorang anggota Dewan Pendidikan Kabubaten (DPK) Kebumen, Dra. Sri Winarti, M.Hum, mempersoalkan masuknya 12 nama anggota TPI yang mengatasnamakan DPK Kebumen. "Padahal nyata-nyata mereka bukan anggota DPK Kebumen" ujar Sri Winarti.
Sementara ketua TPI Kebumen, Sigit Wibawanto, SE, MM, yang dihubungi melalui layanan pesan singkat menyatakan bahwa pihaknya tidak tahu ihwal hal itu. "Sy mlah gk tau, krn yg kt tau pngjuan dr DPK, trmsh informsny, nanti kta kroscek krn siapa sj yg jd anggota DPK kt gak tau" tulis Sigit dalam SMS.

Berdasarkan Surat Keputusan TPI Kebumen No. 01/SK-TPI/III/2010 Tentang Penetapan Anggota TPI UN Tahun Pelajaran 2009/2010 tercatat 17 nama tertera sebagai anggota TPI dengan asal instansi dari DPK namun 12 diantaranya adalah pengawas Dinas Dikpora, bukan anggota DPK Kebumen.
Lebih jauh ketua TPI Kebumen, melalui SMS, menjelaskan : "info trbaru dr tman sekretariat bhw pengawas tercatat sbgai anggota DPK adlh salah cetak , trmksh koreksi, dan kt sdh perbaiki".
Menjawab pertanyaan apakah Pengawas diperbolehkan menjadi anggota TPI Sigit menjelaskan (melalui SMS) : "Menurut pnjelsn dr koordnator TPI provinsi wakil rektor UNNES, dperkenankn, sbg anggota profesi non guru".
Berdasarkan POS TPI UN 2009/2010 (keputusan BSNP No. 0030/SK-TPI/BSNP/I/2010), Persyaratan Keanggotaan TPI adalah (1). Dosen perguruan tinggi (PTN/PTS), widyaiswara LPMP/P4TK, anggota assosiasi profesi pendidikan bukan guru dan anggota dewan pendidikan bukan guru yang ditetapkan oleh Sekeretariat TPI Tingkat Provinsi dan atau tingkat kabupaten/kota atas nama BSNP. (2). Mahasiswa yang telah menyelesaikan semester VI keatas, dalam hal jumlah pemantai tidak dapat dipenuhi butir 1.
Namun ketua Majlis SAKOBERE, Agus Purwanto, mempertanyakan independensi Pengawas DIkpora dalam penyelenggaraan UN. "TPI adalah pengawas eksternal UN, Pengawas Dikpora adalah aparatus Dinas Dikpora, sementara Dinas Dikpora adalah Penyelenggara UN. Ganjil kalau ada penyelenggara UN sekaligus menjadi pengawas UN" ujar Agus.
"Bukannya Pengawas Dikmen bertugas melakukan monitoring pelaksanaan UN atas nama Dinas Dikpora?" tanya Agus menambahkan.



Lanjut membaca “Keabsahan Anggota TPI Dipertanyakan”  »»

19 March 2010

M. Priyono : Dana UN Belum Turun, Sekolah Silahkan Cari Pinjaman Dulu

Gombong - orasakobere.

Akibat dana Ujian Nasional 2010 belum turun sekolah-sekolah penyelenggara UN agar berusaha mencari pinjaman dulu. Demikian disampaikan Kepala Bidang SLTP, SMA, dan SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen, Drs. M. Priyono, MM.Pd, saat memberikan pembekalan Pengawas Silang Ujian Nasional di aula SMA Negeri 1 Gombong (15/03/21010). Namun M. Priyono menjamin bahwa dan Ujian Nasional akan segera turun.


Lebih jauh Priyono menjelaskan bahwa Prosedur Operasional Standard Ujian Nasional (POS UN) tahun 2010 sebagian besar sama dengan tahun lalu. "Hanya ada sedikit perubahan" ujar Priyono.

Materi sosialisasi untuk pengawas ruang UN selengkapnya bisa di download disini.

Lampiran :
POS TPI



Lanjut membaca “M. Priyono : Dana UN Belum Turun, Sekolah Silahkan Cari Pinjaman Dulu”  »»
 
©  free template by Blogspot tutorial