16 February 2010

KPRI Makmur Diharapkan Dapat Tangani 'Proyek' Sekolah

Gombong - Sakobere.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) 'Makmur' SMA Negeri 1 Gombong diharapkan mampu melakukan pendekatan kepada manajemen sekolah, agar bisa lebih banyak 'proyek' sekolah dikerjakan KPRI. Ketua KPRI Makmur dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) (16/01/2010), Suhargo, mengatakan bahwa beberapa 'proyek' sekolah telah diserahkan sekolah kepada KPRI, misalnya pengadaan seragam siswa baru, pengerjaan pagar pembatas kelas dengan lapangan volly/basket, dan pekerjaan perbaikan atap kelas. "Alhamdulillah pekerjaan-pekerjaan tersebut telah dilaksanakan KPRI dengan baik, dan memberikan keuntungan yang memadai untuk KPRI" jelas Suhargo.


Namun rapat KPRI Makmur tidak dihadiri oleh kepala SMA Negeri 1 Gombong, Drs. Kunnaji, selaku penasehat. Menurut sekretaris KPRI, Warih Prabowo, ketidakhadiran kepala SMA Negeri 1 Gombong, disebabkan ada kepentingan dinas. Namun seorang staf TU menjelaskan bahwa kepala SMA Negeri 1 Gombong tengah menghadiri peresmian masjid di SMA Negeri 1 Rowokele.

Seorang anggota KPRI, Agus Purwanto, meminta agar pengurus KPRI lebih intens melakukan pendekatan kepada kepala sekolah agar berbagai proyek sekolah dapat dikerjakan oleh KPRI, sehingga keuntungannya dapat kembali ke anggota. Menurut Agus masih banyak hal-hal yang dapat dikerjakan oleh KPRI, seperti pengadaan ATK (alat tulis kantor), pengadaan buku-buku sekolah, pembangunan ruang kelas dan ruang-ruang lain, pengadaan komputer dan lain-lain.
Agus mencontohkan pengerjaan rehab ruang TU dan ruang UKS yang justru diborongkan kepada salah seorang anggota komite sekolah.
"Hal itu justru menyalahi Kepmendiknas 044/U/2002, karena komite sekolah mengemban fungsi sebagai pengontrol, akan ada konflik kepentingan ketika seorang anggota komite mengerjakan proyek sekolah karena yang bersangkutan juga semestinya melakukan fungsi kontrol" tegas Agus.

0 Comments:

 
©  free template by Blogspot tutorial