21 November 2010

SPJ BOS dan Kwitansinya Bisa Diakses Publik

Gombong - orasakobere.

Dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) beserta dokumen pendukungnya (berupa kwitansi pembayaran dan bukti keuangan lainnya) merupakan dokumen publik dan bisa diakses oleh publik. Keputusan penting ini diputuskan dalam persidangan Majelis Komisioner KIP (Komisi Informasi Pusat) senin (15/10/2010). Dalam putusannya, Majelis Komisioner KIP memutuskan bahwa SPJ (Surat Pertanggungjawaban) dan dokumen pendukung berupa kwitansi pembayaran dan bukti keuangan lainnya adalah dokumen publik dan dapat diakses oleh publik dan ICW sebagai pemohon. Selain itu, Majelis Komisioner juga memeintah Kepala Dinas dan 5 Kepala SMPN tersebut untuk menyerahkan dokumen tersebut pada ICW (http://www.antikorupsi.org/).

Putusan Majelis Komisioner ini mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, permintaan salinan dokumen oleh ICW sebagai pemohon telah sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik) dan Peraturan Komisi Informasi Pusat No. 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik pada Badan Publik. Kedua pemberian SPJ pada termohon tidak melanggar juknis BOS dan BOP karena tidak digunakan untuk audit sekolah bersangkutan. Selain itu, belum ada undang-undang yang mengatur bahwa dokumen SPJ adalah dokumen rahasia. Ketiga, dokumen SPJ tidak termasuk informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur pada pasal 17 UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP.

Selama ini, transparansi dimaknai sebagai penyerahan dokumen keuangan tersebut kepada lembaga berwenang seperti BPK, BPKP, Inspektorat atau lainnya. Pejabat publik menyatakan telah transparan ketika telah menyerahkan dokumen keuangan kepada lembaga pemeriksa tersebut. Akses publik pada dokumen tersebut bukan bagian dari transparansi. Demikian disampaikan Febri Hendri dari ICW dalam releasenya.
Lebih jauh Febri menjelaskan bahwa putusan ini menjadi dasar untuk seluruh rakyat Indonesia bersama-sama mengawasi pengelolaan dana publik di badan publik, khususnya badan publik negara dan pemerintah.



Lanjut membaca “SPJ BOS dan Kwitansinya Bisa Diakses Publik”  »»

07 November 2010

Hujan Abu, Murid Dipulangkan dan Diliburkan

Gombong - orasakobere.

Hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi menyebar hingga ke kota Gombong, ratusan kilometer jauhnya dari Gunung Merapi. Sedemikian tebalnya abu gunung hingga dirasa sangat mengganggu aktivitas masyarakat kota Gombong dan sekitarnya. Pemandangan 'aneh' terlihat di jalan-jalan, lampu mobil dinyalakan, pengendara sepeda motor tidak saja melengkapi dengan helm namun mengenakan jas hujan, pejalan kaki menggunakan payung.
Selasa 2 Nopember 2010, ForumPemerhati Anak (FPA) Kebumen mengeluarkan himbauan (via layanan pesan singkat) kepada para kepala sekolah dan pejabat Dinas Dikpora agar membagikan masker untuk murid-muridnya, agar mereka terhindar dari paparan dan cemaran abu vulkanik Gn. Merapi.

Himbauan simpatik ini ditanggapi oleh para kepala sekolah. SMPN 1 Kebumen misalnya, hari itu juga membagikan masker kepada seluruh muridnya.
Pada 5 Nopember 2010 sekitar Pk. 08.00 ketika hujan abu sudah sangat mengganggu aktivitas, Dinas Dikpora Kebumen melalui telpon menginstruksikan agar semua murid dipulangkan dan diliburkan esok harinya.

Lanjut membaca “Hujan Abu, Murid Dipulangkan dan Diliburkan”  »»

02 November 2010

Tim Sago Merasa 'Dicurangi' Dalam Lomba Pidato Bahasa Jawa

Gombong - orasakobere.

Tim SMA Negeri Gombong merasa 'dicurangi' dalam proses penjurian Lomba Pidato Bahasa Jawa Siswa SMA/SMK Tingkat Kabupaten Kebumen. Lomba berlangsung tanggal 28 Oktober 2010 di SMA Muhammadiyah Kebumen. Indikasi Tim Sago dicurangi nampak dari njomplangnya hasil penilaian tim yuri satu dengan lainnya. Yuri I memberikan nilai 97 untuk peserta atas nama Fauziyah Rifdhah Dhia Rani (SMA Negeri 1 Gombong), yuri III memberikan nilai 92, namun untuk yuri II hanya memberikan nilai 67.
"kok bisa njomplang begini nilainya?" tanya beberapa guru SMAN 1 Gombong mencemati hasil penilaian lomba. .

Seorang guru pendamping dari SMA Negeri Gombong mengaku pihaknya diberitahu seorang yuri bahwa ada 'seseorang' yang tidak menginginkan Tim Sago muncul sebagai juara. Sementara sampai dengan saat ini 'sakobere' belum bisa menghubungi pihak-pihak terkait untuk dikonfirmasi.

Lanjut membaca “Tim Sago Merasa 'Dicurangi' Dalam Lomba Pidato Bahasa Jawa”  »»

19 October 2010

Lebih Separo Anak Mengalami Gangguan Penglihatan

Kutowinangun - orasakobere.

Berdasarkan pemeriksaan mata pada 40 anak di sebuah kelas di SMP Negeri 1 Kutowinangun, hanya 14 anak dinyatakan normal. Selebihnya mengalami gangguan penglihatan. Gangguan mata rata-rata berupa 'gejala mata minus'. Gangguan mata ini berdampak pada prestasi belajar anak-anak. Hal ini disampaikan, Drs. Aris Prabowo, seorang guru SMP Negeri 1 Kutowinangun yang juga seorang aktivis pemerhati anak.

Lebih jauh Aris Prabowo menjelaskan bahwa ada seorang anak yang menduduki peringkat 39, dan ternyata yang bersangkutan mengalami gangguan penglihatan yang serius. Fakta ini membuat Aris prihatin, Aris mengkhawatirkan bila sampling data di kelas yang diampunya ternyata merupakan cerminan keseluruhan anak-anak di sekolahnya atau bahkan di banyak sekolah lainnya.

Lanjut membaca “Lebih Separo Anak Mengalami Gangguan Penglihatan”  »»

07 October 2010

Sunarno : SMAN 1 Gombong Harus Segera Penuhi 8 SNP

Gombong - orasakobere.

SMA Negeri 1 Gombong, yang telah dipilih menjadi RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri) dan sekolah PBKL (Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal), diharapkan untuk segera dapat memenuhi delapan SNP (Standar Nasional Pendidikan). Hal ini dikatakan Drs. Sunarno, M.Pd., selaku supervisor RSKM dan PBKL dari Kemendiknas, pada IHT (InHouse Training) pada Rabu, 6 Oktober 2010 di ruang guru SMA Negeri 1 Gombong. Dua hari sebelumnya Sunarno, dibantu seorang pengawas Dinas Dikpora Kebumen, Suwandi, melakukan supervisi pelaksanaan 8 SNP di SMA Negeri 1 Gombong.

Sunarno menekankan agar dalam setengah tahun mendatang SMA Negeri 1 Gombong mampu memenuhi 8 SNP dengan lebih baik. Diharapkan dengan terpenuhinya SNP sebagaimana diamanatkan UU Sisdiknas, kualitas pendidikan di Indonesia membaik.
Lebih jauh Sunarno meminta agar segenap pemangku kepentingan di SMA Negeri 1 Gombong bahu membahu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Lanjut membaca “Sunarno : SMAN 1 Gombong Harus Segera Penuhi 8 SNP”  »»

SPP dan Uang Pembangunan SMAN 1 Gombong Direncanakan Naik

Gombong - orasakobere.

Uang SPP dan Uang Pembangunan (dulu dikenal dengan uang gedung) tahun pelajaran 2010/2011 SMA Negeri 1 Gombong direncanakan naik. Berdasarkan informasi dari Waka Sarana Prasarana, Suhargo, kenaikan disebabkan adanya rencana pembangunan dan renovasi dua lab komputer sebesar Rp. 90 juta, pembangunan tiga ruang kelas baru Rp. 350 juta (cicilan I), dan untuk pendanaan Unit Sistem Informasi Sekolah (USIS) sebesar Rp. 30 juta.

Dalam draft RAPBS hasil kesepakatan sekolah dan komite yang akan diajukan dalam rapat pleno wali murid, disebutkan bahwa SPP untuk kelas X menjadi sebesar Rp. 148 ribu (sementara tahun lalu Rp. 129 ribu), SPP kelas XI Rp. 148 ribu (tahun lalu sebesar Rp. 119 ribu), dan SPP kelas XII Rp. 162 ribu (tahun lalu Rp. 120 ribu).
Kenaikan juga terjadi pada Uang Pembangunan. Kelas X akan dikenakan uang pembangunan sebesar Rp. 1,5 juta (tahun lalu Rp. 1 juta), kelas XI Rp. 500 ribu (tahun lalu Rp. 250 ribu), dan klas XII Rp. 300 ribu (tahun lalu Rp. 200 ribu).

Lanjut membaca “SPP dan Uang Pembangunan SMAN 1 Gombong Direncanakan Naik”  »»

01 October 2010

Pengambilan Data Biometrik PNS Dimulai

Gombong - orasakobere.

Dalam rangka penerapan Kartu PNS Elektronik di Kebumen, petugas Sucofindo didampingi oleh petugas dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kebumen selama 16 hari efektif mulai 27 September 2010 s.d. 18 Oktober 2010 akan mengambil data biometrik PNS yang meliputi pengambilan foto dan sidik jari.
Pengambilan foto dan sidik jari dilakukan di 25 lokasi merata di seluruh wilayah kabupaten Kebumen, secara terjadwal.

Dalam surat no. 800/1326/2010 tertanggal 15 September 2010, Sekda Kebumen, H. Suroso, S.H., menyatakan bahwa kegiatan pengambilan data biometrik bersifat wajib bagi semua PNS yang memiliki NIP baru yang sudah benar (tidak dalam proses ralat di BKN Jakarta).
Setiap PNS yang akan diambil data biometriknya harus membawa fotokopi SK terakhir dan SK Konversi NIP baru. Sementara untuk keperluan foto PNS diharuskan menggunakan pakaian PDH Kheki (PNS Setda, Dinas, Badan, Kantor, UPT Dinas), Satpol menggunakan PDH Satpol, dan Dinas Perhubungan (PDH biru). Sementara untuk PNS guru menggunakan PSH warna biru dongker.

Lampiran :
Surat Sekda No. 800/1326/2010 Tentang Pengambilan Data Biometrik PNS Untuk KPE.

Lanjut membaca “Pengambilan Data Biometrik PNS Dimulai”  »»

Kualitas Guru Dipertanyakan

Gombong - orasakobere.

Kualitas guru masih dipertanyakan dan bermasalah. Hal ini disampaikan Ketua Majlis Sakobere, Agus Purwanto pada acara Assesment Status Governance di Kabupaten Kebumen dalam Pemenuhan Hak Anak di Bidang Pendidikan, Partisipasi, dan Perlindungan Anak, Kamis 30 September 2010. Acara yang berlangsung di ruang Pedalen Hotel Candisari Karanganyar Kebumen, bertujuan memetakan situasi pemenuhan hak anak khususnya di bidang pendidikan di kabupaten Kebumen.

Agus menceritakan di sebuah desa ada orang tua yang tidak mau anaknya diajar oleh guru tertentu karena si orang tua menganggap sang guru tidak berkualitas. Hal ini diamini utusan PGRI Kebumen, Karsiyem. “Ada guru PNS di SD berasal dari lulusan SMK, bagaimana pendidikan akan berkualitas bila seperti ini” gugat Karsiyem.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Bidang TK/SD Dinas Dikpora Kebumen, Suwarjo, Ketua Yayasan Bina Insani, Dra. Sri Winarti, MH., utusan Pengurus PGRI Kebumen, Karsiyem, utusan Kementerian Agama Kebumen, Ashar Muhandi, dan dari Dewan Pendidikan Kabupaten Kebumen, Nanang. Juga hadir beberapa dari Plan PU Kebumen.
Forum dipandu oleh Ari Sujito dari IRE, dan Dewi dari LSM Gita Pertiwi Jogjakarta.
Sementara Kabid TK/SD Dinas Dikpora, Suwarjo, mengatakan bahwa berkait kondisi fisik bangunan sekolah di Kebumen relatif sudah baik, hanya ada beberapa saja yang rusak, demikian pula akses pendidikan Kebumen relatif baik. Namun Suwarjo mengakui bahwa untuk mutu lulusan memang masih membutuhkan perhatian berbagai pihak agar bisa ditingkatkan. Suwarjo sependapat bahwa kunci utama mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu guru. Lebih jauh Suwarjo sependapat bahwa ke depan peningkatan kualitas guru harus menjadi prioritas
.

Lanjut membaca “Kualitas Guru Dipertanyakan”  »»

23 September 2010

Diperlukan Badan Penanggulangan Bencana

Kebumen - orasakobere.

Keberadaan Badan Penanggulangan Bencana sangat dibutuhkan di Kebumen. Demikian disampaikan beberapa elemen masyarakat dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kebumen, kamis (23/09/2010). Rapat yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD ini dilaksanakan dalam rangka meminta masukan elemen masyarakat terhadap draft Rancangan Peraturan Daerah (raperda) Tentang Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Tampak hadir memenuhi undangan Tim Eksekutif yang dipimpin oleh Asisten I, H. Adi Pandoyo, SH., Ketua Majlis Sakobere, Rektor STIE Putra Bangsa, Perwakilan STAINU, Kementrian Agama, PMI, dan perwakilan elemen masyarakat lainnya, juga anggota Panitia Khusus (pansus) Dua Raperda DPRD Kebumen.

Forum menyepakati akan penting dan strategisnya Raperda Badan Penanggulangan Bencana, dan mendorong agar Raperda segera disahkan menjadi Perda.
Dalam draft Raperda disebutkan bahwa Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) akan dipimpin oleh Sekretaris Daerah secara ex officio. Sementara susunan BPBD akan terdiri atas Kepala, Unsur Pengarah, dan Unsur Pelaksana. Khusus Unsur Pengarah berjumlah 9 anggota yang terdiri dari 5 pejabat instansi lembaga pemerintah daerah dan 4 dari masyarakat profesional di daerah.

Lanjut membaca “Diperlukan Badan Penanggulangan Bencana”  »»

06 September 2010

Dr. Parwanto : Tak Ada Korelasi Tunjangan Sertifikasi Dengan Kinerja Guru

Kebumen - orasakobere.

Tidak ada korelasi antara tunjangan sertifikasi dengan (peningkatan) kinerja guru. Demikian lugas dikatakan oleh Dr. Parwanto dari Balitbang Kemendiknas RI. Penegasan ini disampaikan Parwanto pada acara bertajuk 'Advokasi PP 74/2008 Tentang Guru' di Aula Dinas Dikpora Kebumen (06/09/2010). Acara dihadiri perwakilan guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, dan beberapa birokrat Dinas Dikpora Kebumen.

Acara bertujuan menyerap berbagai masalah dan alternatif solusi dari para guru dan dinas Dikpora yang kemudian akan dijadikan bahan oleh Balitbang Kemendiknas dalam menyempurnakan berbagai regulasi berkait sertifikasi guru maupun penyempurnaan PP 74/2008. Beberapa guru memanfaatkan acara untuk menanyakan berbagai hal, khususnya berkait dengan beban kerja guru minimal 24 jam/minggu.
Lampiran :
1. Materi Advokasi UU 14/2005
2. Materi Advokasi PP 74/2008
3. Permen 10/2009 Ttg Sertifikasi Guru Dalam Jabatan
4. Permrndiknas 39/2009 Ttg Pemenuhan Beban Kerja Guru.
5. PP 41/2009 TTg Tunjangan Profesi Guru dan Dosen.
6. PP 74/2008 Ttg Guru.
7. UU 14/2005 Ttg Guru dan Dosen
8. Borang FGD.
9. Email Dr. Parwanto : syelana@yahoo.com

Lanjut membaca “Dr. Parwanto : Tak Ada Korelasi Tunjangan Sertifikasi Dengan Kinerja Guru”  »»

03 September 2010

Kesra GTT Segera Dibayarkan

Kebumen - orasakobere.

Ada kabar gembira bagi guru-guru di Kebumen, khususnya Guru Wiyata Bhakti dan atau Guru Tidak Tetap (GTT). Dana Kesra Guru Wiyata Bhakti akan segera dibayarkan. Dana ini berasal dari APBD Propinsi Jawa Tengah. Sebanyak 986 Guru Wiyata Bhakti di Kebumen berhak menerima Rp. 1.050.000 (7 bulan x Rp. 150.000). Kepala Bidang Administrasi Tenaga Pendidik dan Non Kependidikan, Muh. Rosyid, S.Pd., M.M.Pd, menjelaskan bahwa pembayarannya akan dilaksanakan hari selasa tanggal 7 September 2010 mulai pukul 08.00 s.d. 13.00 di aula Dinas Dikpora Kebumen.

Sebelumnya pada tanggal 1 September 2010 tunjangan fungsional GTT telah dibayarkan. Sebanyak 1.813 GTT di Kebumen menerima dana yang berasal dari APBN, sebesar masing-masing Rp. 1.320.000 (6 bulan x Rp. 220.000), melalui rekening Bank Jateng. Demikian pula tunjangan profesi Guru PNS telah diterimakan pada tanggal 3 Agustus 2010 yang lalu. Sebanyak 1.720 guru PNS yang sudah sertifikasi di kabupaten Kebumen. Sementara untuk Guru Tetap Yayasan (GTY) karena masuk DIPA Propinsi Jawa Tengah hingga kini masih dalam proses di Propinsi Jateng.
Lebih jauh Rosyid menjelaskan bahwa subsidi studi lanjut S1/D4 dari APBD Propinsi Jateng untuk 104 orang guru, sebesar masing-masing Rp 2 juta akan dibayarkan pada hari Kamis tanggal 9 September 2010 di Aula Dinas Dikpora mulai pk. 08.00. Dan dana serupa dari APBN telah dibayarkan sebelumnya melalui rekening bank masing-masing guru penerima.

Lanjut membaca “Kesra GTT Segera Dibayarkan”  »»

19 August 2010

Dibuka Pendaftaran Untuk Sertifikasi 2011

Kebumen - orasakobere.

Proses sertifikasi guru tahun 2011 dibuka. Demikian disampaikan Kabid Administrasi Tenaga Pendidik dan Non Kependidikan Dinas Dikpora Kebumen, Muh. Rosyid, M.Pd. M.M.Pd. Hal ini merupakan tindaklanjut dari rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh LPMP Jawa Tengah, 3-5 Juli 2010 tentang konsolidasi data PTK, sasaran sertifikasi, tunjangan profesi, dan peningkatan kualifikasi.

Lebih jauh Muh. Rosyid meminta agar pihak sekolah segera mendaftarkan guru calon peserta sertifikasi yang bertugas di sekolah/unit masing-masing. Calon peserta sertifikasi adalah guru PNS atau Non PNS yang masih aktif mengajar di sekolah-sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional c.q. Dinas Dikpora Kabupaten Kebumen, kecuali guru Agama. Syarat lain calon peserta sertifikasi adalah pada 2012 belum berusia 60 tahun, memiliki NUPTK atau telah mengajukan permohonan NUPTK, memiliki kualifikasi S-1 atau D-IV, memiliki masa kerja minimal 5 tahun, dan sejumlah persyaratan lainnya.
Lampiran :
1. Syarat-syarat calon peserta sertifikasi 2011 (surat edaran).
2. Format pendataan calon peserta sertifikasi 2011.

Lanjut membaca “Dibuka Pendaftaran Untuk Sertifikasi 2011”  »»
 
©  free template by Blogspot tutorial