29 May 2008

160 Milyar Tidak Terserap di APBD 2007


Gombong - Lanthing

Ditengah kesulitan rakyat yang makin menghimpit, ternyata 160 Milyar rupiah dana APBD 2007 tidak terserap dan harus dikembalikan ke kas daerah. Hal demikian dikatakan Ir. Slamet Marsum (salah seorang anggota Panitia Anggaran DPRD) ketika menjadi narasumber pada lokakarya bertajuk 'Mengawal Dana Pendidikan untuk Masyarakat Miskin' (senin, 26 Mei 2008). Lokakarya yang digelar selama dua hari hingga selasa 27 Mei 2008, berlangsung di Hotel Benteng Van der Wijck Gombong, diselenggarakan oleh Yayasan Bina Insani yang bekerjasama dengan Plan PU Kebumen.
Selain menampilkan Ir. Slamet Marsum, panitia berhasil pula menghadirkan Kepala Dinas P dan K Kab Kebumen, Drs. Mahar Mugiono, S.H. sebagai narasumber.

Menurut Slamet, ketidakmampuan satuan-satuan kerja untuk melaksanakan program yang telah dianggarkan dalam APBD sama dengan menyandera kepentingan rakyat yang tengah dalam kesulitan.

"Wis jegos ora, nggembol duit" kritik politisi dari Partai Golkar ini sengit.
Alasan-alasan yang dikemukakan satker-satker pun kadang tidak masuk akal, ada yang beralasan belum ada landasan peraturannya, ada lagi yang bilang tenaga yang ada di satker tidak cukup, dan alasan-alasan lain yang aneh, imbuh Slamet.
"Kalau memang begitu keadaannya, kenapa minta bahkan berebut anggaran?. Sebelum minta anggaran mestinya satker mengkaji dulu" sesal politisi handal asal Karanganyar ini.

Hal ini diamini oleh Drs. Teguh Supriyadi, seorang pengawas Dinas P dan K. Menurut Teguh, salah satu dana yang tidak terserap di di Dinas P dan K adalah alokasi dana APBD untuk pengadaan raport, yang harus dikembalikan ke kas daerah karena waktu lelangnya tidak mencukupi. Itulah sebabnya MKKS akhirnya membeli sendiri raport-raport yang dibutuhkan untuk murid-murid baru, artinya masyarakat juga yang akhirnya terbebani, ujar Teguh.



Lanjut membaca “160 Milyar Tidak Terserap di APBD 2007”  »»

26 May 2008

BERKAS SERTIFIKASI BEBERAPA GURU HILANG



Karanganyar - Lanthing

Sosialisasi Sertisikasi guru yang dilaksanakan Dinas P dan K di Hotel Candisari Karanganyar (mingggu, 25 Mei 2006) diwarnai gerundelan beberapa guru. Ihwal gerundelan beberapa guru disebabkan berkas sertifikasi mereka yang telah disetorkan ke bagian Tenaga Kependidikan (tendik) hilang tak jelas rimbanya. Guru-guru yang berkas sertifikasinya raib di Dinas P dan K diantaranya adalah milik Drs. Nendro Saputro, Drs. Agus Purwono, dan Drs. Didik Pratomo, ketiganya berasal dari SMAN Karanganyar. Nasib serupa juga dialami oleh Drs. Khamid (Kepala SMAN 1 Kebumen) dan Drs. Bambang Suryono juga dari SMAN 1 Kebumen.

"Lha saya bingung, dinyatakan lulus tidak, disuruh diklat juga tidak ... eh setelah saya tanyakan ke Pak Encep (Bagian Tendik Dinas P dan K Kebumen - Red), katanya berkasnya hilang" ungkap Nendro Saputro.
Kekecewaan senada diungkapkan oleh Dra. Murti Susilowati, guru Matematika SMAN Gombong. "Berkas sertifikasi saya memang tidak hilang, tapi dikembalikan" ujar Murti.
"Saya periode kemarin masuk kuota, yang 7o orang itu. Kemudian saya diminta melengkapi berkas-berkas, tapi ternyata oleh Dinas P dan K tidak diusulkan ke UNY ..eh malah yang tidak masuk daftar kuota, seperti Bu Yeni, malah ikut diusulkan ke UNY (Universitas Negeri Yogyakarta - Red)" tambah Murti.

Beberapa guru yang mengikuti sosialisasi juga mengeluhkan tentang mepetnya waktu penyerahan berkas sertifikasi yang hanya tiga hari sejak sosialisasi dirasa tidak cukup.
"Lha wong untuk menjilid dengan hard cover saja butuh waktu tiga hari, belum proses legalisasi dan lain-lain. Tidak masuk akal!" ungkap beberapa guru sambil membandingkan di kabupaten Purworejo dan Temanggung yang sosialisasinya sudah sejak bulan april, sehingga ada waktu yang memadai untuk melengkapi berkas.



Lanjut membaca “BERKAS SERTIFIKASI BEBERAPA GURU HILANG”  »»

19 May 2008

Buku Raport Terlambat, Wali Kelas Repot

Buku Raport Yang Baru Datang Itu

Gombong - Lanthing (19/05/08)


Satu lagi cerita tentang centang perenang dunia pendidikan kita. Tanggal 17 Mei 2008, buku raport SMA dikirimkan ke sekolah-sekolah, dan baru tanggal 19 Mei 2008 diumumkan kepada para wali kelas untuk segera mengisinya. Tentu saja hal ini menambah beban kerja para wali kelas.
Menurut Dayat, S.Pd. wali kelas X-2 SMA N 1 Gombong, buku raport semestinya dibagikan pada awal tahun pelajaran, sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. "Kalau baru dibagi sekarang, kami para wali kelas sangat repot, kami kan harus mengisi biodata anak, juga data nilai raport semester 1 dan 2 berbarengan, belum lagi model raport sekarang kan beda dengan yang dulu, sekarang lebih rinci" kata guru mapel fisika ini.
Menurut petugas Tata Usaha SMAN 1 Gombong, buku raport baru dikirim kemarin dari percetakan Grafika Gombong atas pesanan MKKS.

Seorang guru TI, Budi, bahkan menanyakan : "Boleh nggak sih, kalau raport dibuat sendiri dan model komputer, jadi tinggal cetak kan tidak ribet?"

Sementara itu, hal serupa terjadi untuk proses sertifikasi guru. Berdasarkan informasi Kepala SMAN 1 Gombong, Drs. Karyono, saat briefing senin pagi (19/05/08) pihak Dinas P dan K Kabupaten Kebumen baru akan mengumumkan daftar nominasi guru yang akan diusulkan sertifikasi pada tanggal 29 Mei 2008 mendatang, berkas usulan sertifikasi harus sudah sampai di Dinas P dan K tanggal 31 Mei 2008 dan akan dikirim ke UNY Yogyakarta tanggal 3 Juni 2008. Ini berarti guru hanya memiliki waktu DUA HARI untuk melengkapi syarat-syarat sertifikasi.
"Waktu dua hari akan sangat mepet untuk melengkapi berkas sertifikasi yang seabreg-abreg itu" ujar seorang guru.

"Yah, begitulah kalau birokrasi sekobere'.



Lanjut membaca “Buku Raport Terlambat, Wali Kelas Repot”  »»

07 May 2008

'Lonceng Keramat' di SMAN Gombong : Mengejutkan Siswa


Gombong-Lanthing

Siswa SMA Negeri 1 Gombong di Jl. Sempor Lama 64 atau para alumni SMA de Potter ini pasti mengenal gambar 'benda keramat' di atas. Ya, lonceng sekolah ini telah menjalankan tugas selama puluhan tahun sebagai penanda waktu masuk sekolah, ganti jam pelajaran, hingga penanda panggilan para ketua kelas untuk berkumpul.

Apalagi bagi siswa-siswa yang pernah praktikum di laboratorium kimia, selama praktikum kimia minimal dua kali akan terkaget-kaget ketika lonceng ini berbunyi. Hal ini disebabkan letak lonceng yang digantungkan persis di pojok luar lab kimia, sehingga ketika loceng dipukul petugas (biasanya ditabuh oleh Satpam) dengan kerasnya, siswa-siswa yang tengah praktikum akan serempak berseru karena kaget berat : hah ...!, Astaghfirullah ..., wuaduh kaget aku ... atau bahkan eh .. copot .. copot ...!

Tidak jelas mengapa lonceng ini tetap bertengger, padahal sekolah ini telah IT oriented dan memiliki jaringan hot spot/Wi Fi internet.
Usulan beberapa pihak untuk mengganti 'lonceng yang bikin kaget' dengan penanda yang 'lebih ramah anak' belum mendapat tanggapan pihak manajemen sekolah.

Lanjut membaca “'Lonceng Keramat' di SMAN Gombong : Mengejutkan Siswa”  »»

Program TUC SMP juga Mengecewakan

Gombong-Lanthing

Seperti halnya Test Uji Coba UASBN di tingkat SD, program Tes Uji Coba Ujian Nasional SMP (TUC UN SMP) juga mengecewakan banyak pihak. Hasil TUC UN SMP bahkan baru muncul hari sabtu tanggal 3 Mei 2008, padahal Ujian Nasional SMP mulai dilaksanakan Senin tanggal 5 Mei 2008. Ini berarti salah satu fungsi TUC sebagai bahan untuk perbaikan proses pembelajaran dan mengulang materi-materi yang belum dikuasai (remidial teaching), tidak berjalan.
Di lain sisi hasil (nilai) peserta TUC SMP banyak yang kosong (tidak ada nilainya, padahal peserta hadir dan mengerjakan soal). Bahkan nilai mata uji TUC Bahasa Inggris untuk SMPN Kuwarsan sama sekali tidak muncul.

TUC berbiaya Rp. 6.000/peserta, mengujikan 4 mapel UN yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA ini dilaksanakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) berkoordinasi dengan Dinas P dan K Kabupaten Kebumen.

Mencermati TUC UASBN untuk tingkat SD dan TUC UN untuk SMP, beberapa pihak menilai ada motif-motif non pendidikan yang tidak sehat ikut mewarnai pelaksanaan gawe menjelang UN ini. Seperti kita ketahui, ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP - organisasi serupa sebelum MKKS - terpaksa menghuni hotel prodeo selama 8 bulan dan denda lebih dari 200 juta rupiah, karena tersandung masalah Ulangan Umum (sebuah kegiatan serupa TUC, namun berbeda target dan tujuannya).


Lanjut membaca “Program TUC SMP juga Mengecewakan”  »»

SAKOBEE - Plan Akan Gelar Semiloka Sekolah Ramah Anak

Rapat Persiapan di aula SMAN 1 Gombong

Gombong-Lanthing


Bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, sekaligus pemilik masa depan – maka anak memiliki peran yang sangat strategis untuk menjamin kelangsungan bangsa dan negara.

Untuk itulah anak perlu beroleh kesempatan yang luas untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik maupun social.

Namun pada kenyataannya tempat dimana semestinya anak bisa tumbuh dan berkembang optimal, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat – belumlah dalam kondisi seperti yang diharapkan. Di sebagian sekolah bahkan masih dijumpai tindak kekerasan, baik fisik maupun non fisik, praktik-praktik bullying pun masih menjadi keseharian anak-anak kita.

Seperti halnya hasil assessment Majlis SAKOBERE tentang ‘pemetaan kekerasan di sekolah’ yang dilakukan terdahulu, menunjukkan bahwa sekolah terkadang bukanlah tempat yang aman bagi anak-anak. Di sekolah masih juga berlangsung berbagai ‘kekerasan’ : mulai dari cacian, bullying, ditempeleng, bahkan pelecehan seksual dengan pelaku beragam, mulai yang dilakukan oleh murid senior, satpam sekolah, hingga oleh guru.

Prihatin oleh kondisi tersebut, Majlis SAKOBERE bekerjasama dengan Plan PU Kebumen berencana akan menggelar semiloka bertajuk ‘perlindungan anak dari tindak kekerasan di sekolah’.

Output semiloka yang diharapkan adalah :

  1. adanya kesepahaman tentang kekerasan anak
  2. berkurangnya tindak kekerasan terhadap anak di sekolah, dan
  3. adanya rumusan masukan untuk kebijakan perlindungan anak di sekolah.

Rapat persiapan telah dilakukan tanggal 5 Mei 2008 di aula SMA Negeri 1 Gombong. Tampak hadir dalam rapat persiapan adalah Pak Suranto (CTA Plan PU Kebumen) Pak Agus Purwanto (Ketua suku SAKOBERE), Pak Markus Kuwat (Kepala SMPN 1 Adimulyo), Pak Adman (Waka Kurikulum SMPN 1 Sempor), dan Mas Agung (‘dosen’ ilmu Sosiologi yang masih ngGTT di SMAN 1 Gombong).

Bila tak ada aral melintang semiloka akan digelar awal Juni 2008.

Lanjut membaca “SAKOBEE - Plan Akan Gelar Semiloka Sekolah Ramah Anak”  »»

30 April 2008

Keselamatan Pengawas UN Terancam



Kebumen - Lanthing (30/04/08)


Kalau kita berasumsi bahwa hanya tentara dan polisi yang menghadapi tugas-tugas berbahaya – sepertinya kita harus merekonstruksi asumsi kita.

Ibu Elli adalah seorang guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Kebumen, yang pada gawe besar Ujian Nasional 22 – 24 April 2008 lalu bertugas menjadi Pengawas Ujian di salah satu SMA swasta di Kebumen. Lazimnya seorang pengawas sebelum bertugas beliau telah dibekali dengan ‘prosedur tetap, protap’ UN 2008 dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Maka ketika beliau menjumpai beberapa peserta UN mencoba berbuat curang, beliau dengan halus menegur peserta. Namun bukannya patuh, peserta yang ditegur bahkan menendang kursi dan meja, beberapa peserta lainpun menunjukkan reaksi ketidaksenangan serupa atas teguran Bu Elli.

Maka Bu Elli memilih membiarkan saja dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesuai prosedur Bu Elli kemudian melaporkan kejadian tingkah laku peserta ujian ini kepada kepala sekolah penyelenggara. Jawaban kepala sekolah penyelenggara sungguh makin membuat Bu Elli kecewa : “Siswa disini Bu, bukan cuma bisa menendang kursi bahkan bisa membunuh” jawab kepala sekolah penyelenggara menanggapi laporan Bu Elli.

Menanggapi ‘ancaman’ kepala sekolah ini Bu Elli memilih diam.

Hal ini diungkapkan Bu Elli pada pada acara Dialog Interaktif Pendidikan yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kabupaten Kebumen di Radio Prima FM pukul 20.00 s.d. 21.00 selasa (29/04/08).

Menanggapi kejadian ini, Drs. Teguh Supriyadi, narasumber dialog yang juga salah seorang panitia Ujian Nasional Tingkat Kabuapaten sekaligus utusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen yang hadir pada acara dialog berjanji akan menindaklanjuti laporan ini.

Sementara Agus Purwanto, ketua suku SAKOBERE, yang ikut nimbrung bicara dalam dialog interaktif via telpon, meminta kepda Dinas P dan K agar berani bertindak tegas dan tidak hanya berjanji untuk menindaklanjuti tapi tanpa bukti. Menurut Agus, kejadian serupa yang dialami Bu Elli sudah sering terjadi pada UN tahun sebelumnya, dan karena Dinas P dan K membiarkannya maka kejadian serupa terulang dan bahkan menunjukkan frekwensi yang meningkat.

Lanjut membaca “Keselamatan Pengawas UN Terancam”  »»

29 April 2008

Hasil Test Uji Coba UASBN Belum Muncul

Kebumen - Lanthing (29/04/08)


Hasil Test Uji Coba Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (TUC - UASBN) yang dilaksanakan dan dikoordinir oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen hinga hari ini (29/04/08) belum turun. TUC UASBN mengujikan tiga mata pelajaran yang akan diujikan pada UASBN Mei mendatang yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. TUC UASBN tingkat kabupaten dengan biaya Rp. 7.000/peserta telah diselenggarakan pada 21 - 23 April 2008 lalu. Hal ini dipertanyakan oleh beberapa guru, kepala sekolah, maupun komite sekolah, mengingat hasil TUC UASBN akan dipergunakan oleh sekolah menentukan 'standar minimal kelulusan' pada UASBN mendatang.

"Hari ini sudah hampir seminggu setelah pelaksanaan UASBN, semestinya hasilnya sudah bisa kita terima" kata Pengawas Kecamatan Mirit, Salido.
Berbeda dengan tingkat SLTP dan SLTA yang 'standar minimal kelulusan' ditentukan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), untuk ujian nasional tingkat SD/MI (UASBN), BSNP menyerahkan 'standar minimal kelulusan' kepada sekolah masing-masing.

"Untungnya kami di tingkat distrik Prembun, telah lebih dahulu melaksanakan TUC sejenis ( 3 - 5 Maret 2008), bekerjasama dengan 'Primagama'. Biayanya hanya Rp. 5.500, dengan rincian Rp. 4.000 masuk ke Primagama, dan yang Rp. 1.500 ditinggal di sekolah masing-masing. Biayanya lebih murah, selisih Rp. 3.000, dan tidak sampai seminggu hasilnya telah kami terima dan komplit sudah dengan rangking sekolah, rangking kecamatan, dan distrik" tambah Salido.

Informasi kategori A1 yang diperoleh kontributor Lanthing menyebutkan bahwa semula pihak Dinas P dan K Kabupaten hanya membuat master soal TUC UASBN, dan penggandaannya diserahkan kepada masing-masing UPT/Sekolah. Namun kemudian terjadi 'kesepahaman' antar UPT untuk 'menyerahkan kembali kewenangan penggandaan' kepada pihak kabupaten, yang untuk selanjutnya menyerahkan penggandaan kepada percetakan Grafika Gombong.

Sementara itu, berkait dengan standar minimal kelulusan UASBN, Kepala UPT Dinas P dan K kecamatan Mirit, Sururudin, menghimbau walaupun kewenangan penetapan standar minimal kelulusan ada pada pihak sekolah, namun dirinya menghimbau agar sekolah tidak menetapkannya terlalu rendah. "Ya ...minimal 3,5 lah" himbau Sururudin.

Lanjut membaca “Hasil Test Uji Coba UASBN Belum Muncul”  »»

28 April 2008

Pelatihan Komite Sekolah di Mirit


Mirit - Lanthing (28/04/08)


Bertempat di Gedung Serba Guna Desa Winong Kecamatan Mirit Kebumen, berlangsung pembukaan Pelatihan Komite Sekolah untuk delapan SD dan MI Kecamatan Mirit. Pelatihan yang dibuka oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat diikuti oleh sekitar 40 orang peserta terdiri atas unsur kepala sekolah, guru, dan pengurus komite sekolah. Menurut rencana pelatihan akan berlansung tiga hari hingga rabu (30/04/08).


Dalam sambutannya Kepala UPT Dinas P dan K Kecamatan Mirit, Sururudin, mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting agar di masa mendatang terdapat kesepahaman dan sinergi antar berbagai unsur dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan mengharapkan agar peserta pelatihan bisa mengikuti dengan sungguh-sungguh.

Selanjutnya Kepala UPT berharap agar Plan PU Kebumen dapat memfasilitasi pelatihan serupa untuk komite sekolah di seluruh wilayah kecamatan Mirit.

Pelatihan menghadirkan Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Kebumen sebagai narasumber dan fasilitator proses pelatihan.


Sementara itu CTA Plan PU Kebumen, Rini Kurniati, mengharapkan pelatihan ini dapat menyegarkan kembali dan mengoptimalkan peran dan fungsi komite sekolah.


Menurut rencana materi pelatihan akan berupa : Mengenal potensi peserta didik; Konvensi Hak Anak dan UU Perlindungan Anak; Peran dan Fungsi Komite Sekolah; Indikator Kinerja Komite Sekolah; AD dan ART Komite Sekolah; dan Manajemen konflik.

Lanjut membaca “Pelatihan Komite Sekolah di Mirit”  »»

23 April 2008

Dituduh Mabuk Miras Sebelas Siswa SMA Klirong Dikeluarkan

Kebumen - Lanthing

Sebanyak 11 siswa SMA Negeri Klirong Kebumen dikembalikan oleh sekolah kepada orang tua masing-masing (eufimisme untuk dikeluarkan atau dipecat dari sekolah). Menurut Kepala SMA Negeri Klirong, Drs. Sugito, tindakan ini ditempuh sekolah dengan sangat terpaksa mengingat ke sebelas siswa telah melakukan pelanggaran berat berupa mabuk karena minuman keras saat di sekolah. Sugito menjelaskan hal ini dalam acara Dialog Interaktif Pendidikan di radio Prima FM semalam yang digelar oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Kebumen (DPK) (22/04/08). Keputusan ini ditolak oleh Sugeng, salah seorang orang tua murid dari siswa yang dikeluarkan. Menurut Sugeng, keputusan pemecatan ini sangat berlebihan dan tidak adil. Sugeng meninta agar sekolah mau meninjau lagi keputusan ini. Namun kepala sekolah tampaknya bergeming.

Sementara Agus Purwanto yang ikut nimbrung berinteraksi dalam acara dialog, meminta kepada pihak sekolah dan orangtua untuk introspeksi. Agus meminta di masa yang akan datang sekolah lebih fokus untuk melakukan tindakan pencegahan (preventif) ketimbang reaktif-kuratif.
Menurut Agus, para guru memiliki keterbatasan, khususnya dalam menangani anak-anak yang 'istimewa'. Semestinya ada mekanisme rujukan (referal) ketika sekolah menemukan anak-anak 'istimewa' yaitu dengan meminta bantuan psikolog atau konselor anak sebelum mengambil langkah - apalagi langkah pemecatan. Ibarat dokter ketika menemui sebuah gejala (biasanya berupa anomali tingkah laku anak), guru tidak boleh langsung memvonis, namun terlebih dahulu melakukan diagnosis, barulah dilakukan tindakan (therapi) yang terstruktur dan sistematis.
Dilain sisi orang tua tidak boleh menyerahkan sepenuhnya pendidikan hanya kepada sekolah, namun harus bekerjasama dengan intens dengan sekolah, terang Agus.


Lanjut membaca “Dituduh Mabuk Miras Sebelas Siswa SMA Klirong Dikeluarkan”  »»

Trafo PLN rusak, UN Terganggu


Panitia UN di SMA Negeri Gombong tengah
mengemasi tape recorder.


Gombong – Lanthing

Akibat trafo PLN di Karanganyar rusak dan mati, pelaksanaan Ujian Nasional hari ke dua terganggu. Hal ini karena pada hari kedua UN yang berlangsung rabu (23/04/08) mengujikan mata pelajaran Bahasa Inggris yang dalam sebagian soalnya terdapat materi ‘listening’. Materi listening adalah materi dimana soal dibacakan melalui tape recorder untuk kemudian peserta menjawab di lembar jawab computer (LJK).

Di SMA Negeri Karanganyar misalnya. Sekolah ini menggunakan sistem terpusat, dimana rekaman (suara) soal listening disalurkan ke kelas-kelas melalui sistem jaringan speaker. Sistem ini sangat bergantung pada pasokan listrik PLN. Akibatnya ketika pasokan listrik PLN terhenti, maka terhenti pula semua sistem jaringan.

Kepala SMA Negeri Karanganyar, Drs. Redjo Gijanto yang dikonfirmasi kontributor Lanthing melalui pesan singkat (sms) pada pukul 07.15, sesaat sebelum UN hari kedua dimulai, menyatakan bahwa listrik belum ‘menyala’.

Untuk mengatasi kendala terhentinya pasokan listrik PLN, pihak SMA Negeri Karanganyar meminjam 15 buah tape recorder pada SMA Negeri Gombong, yang menggunakan sistem ‘satu kelas satu tape recorder’ dengan menggunakan batu baterai.. Sehingga materi ‘listening’ yang semestinya diperdengarkan di awal waktu ujian, untuk peserta UN di SMA Negeri Karanganyar ditempatkan di akhir waktu.

Bupati Kebumen, Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si, yang mengetahui hal demikian mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PLN, dan akan segera diperbaiki. “Saya sudah menelpon langsung PLN, penggantian trafo butuh waktu dua jam dan sedang dilaksanakan” ujar Bupati, seraya berharap semoga pelaksanaan UN berjalan lancar.

Lanjut membaca “Trafo PLN rusak, UN Terganggu”  »»

21 April 2008

Besok UN SMA/MA/SMK Mulai Digelar

Naskah dan LJK UN tengah diantar ke SubRayon

Gombong _ Lanthing (21/04/08)

Mulai selasa besok (22/04/2008) Ujian Nasional (UN) untuk SLTA : SMA, MA, dan SMK akan digelar. Ujian yang menuai kontroversi di masyarakat ini akan berlansgung selama tiga hari hingga hari kamis (24/04/08). Berbeda dengan Ujian Nasional tahun sebelumnya yang hanya mengujikan tiga matapelajaran, tahun ini UN mengujikan enam matapelajaran. Perubahan lain adalah diadakannya Ujian Nasional untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, dari yang semula hanya untuk tingkat SLTP dan SLTA.

Perubahan ini menuai tanggapan berbagai pihak. Seorang kepala SD di Kecamatan Karanggayam menilai bahwa UN untuk SD sungguh tidak adil. "
Bagaimana mungkin dengan disparitas situasi dan kondisi yang sangat ekstrim diadakan Ujian Nasional untuk seluruh wilayah Indonesia" ujar Kepala SD Kalirejo ini. "Walaupun batas bawah nilai kelulusan ditentukan sendiri, tetap akan menimbulkan persoalan, karena tidak mungkin kami menentukan batas bawah yang terlalu rendah" imbuhnya.

Kritik terhadap UN

Selama ini UN dianggap memiliki banyak titik lemah. Berbagai kalangan berpendapat bahwa UN telah mengebiri otonomi sekolah, dan membuat siswa dan guru lebih sibuk berlatih soal : dengan drill, daripada melakukan proses belajar mengajar. "
Padahal dalam pembelajaran proses itu sangat penting" ujar seorang guru yang tergabung dalam SAKOBERE.
Walaupun telah ada Tim Pemantau Independen, pada praktiknya UN sering diwarnai dengan kecurangan. Bahkan di beberapa tempat kecurangan tidak saja melibatkan peserta UN namun melibatkan pula beberapa oknum guru bahkan sekolah secara institusional bersekongkol untuk mencurangi UN.
"Kalau guru telah bersekongkol dengan siswa untuk mencurangi UN, maka pendidikan sebenarnya tengah mengalami proses pembusukan yang sangat akut. Itu ibarat seorang ayah yang mengajak anaknya merampok" Ujar 'ketua suku' SAKOBERE Agus Purwanto.
Menurut Agus, pihak perguruan tinggi pun tidak mempercayai UN, hal ini dibuktikan masih adanya ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB), dengan mata uji yang sama dengan mata uji dalam UN, sehingga menambah daftar panjang pemborosan dan inefisiensi bidang pendidikan.
UN juga telah mengabaikan kenyataan adanya multiple intelegence (kecerdasan jamak). "
Bagaimana anak-anak yang memiliki kecerdasan spasial (ruang) yang bisanya hanya menggambar, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki kecerdasan verbal yang mungkin hanya bisa menyanyi dan tidak bisa di mapel matematika, haruskah dia gagal di SMA? Sungguh tidak adil. " Tandas Agus.

"
Untuk sekarang UN lebih banyak mudlaratnya ketimbang manfaatnya" tambah Agus lagi.


Lanjut membaca “Besok UN SMA/MA/SMK Mulai Digelar”  »»
 
©  free template by Blogspot tutorial