10 March 2011

Peroleh Buku Paket, Cukup Bayar 'Ongkos Kirim' Rp. 5 Ribu



Gombong - orasakobere.

SMA Negeri 1 Gombong mendapat buku paket sejumlah 837 buku, namun diharuskan membayar 'ongkos kirim' buku sejumlah Rp. 5 ribu tiap buku. Hal ini dilaporkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Suhargo, pada rapat koordinasi guru karyawan SMA Negeri 1 Gombong, kamis 10 Maret 2010. Menurut Suhargo pihaknya diyawari seseorang bernama Yuslim yang menyatakan bahwa ada buku paket mata pelajaran SMA, dan bila SMA Gombong berminat akan diberikan namun diwajibkan membayar ongkos kirim sebesar Rp. 5 ribu tiap buku. Lebih jauh Suhargo menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan perpustakaan dirinya telah memesan sebanyak 837 buku, dan kini buku-buku paket tersebut telah dikirim.

Berdasarkan pemantauan kontributor 'Ora Sakobere', buku-buku paket mata pelajaran tersebut bertuliskan 'Milik Negara - Tidak Diperjualbelikan'. Hal ini mengundang pertanyaan, karena biasanya buku-buku paket semacam ini dikirimkan oleh Kemendiknas melalui Dinas Dikpora, dan bukan didistribusikan oleh perorangan, apalagi dengan mengenakan 'ongkos kirim' sebesar Rp. 5 ribu setiap buku yang dikirim.
"Pak Yuslim ini bukan orang Dinas Dikpora, beliau menawari kami bila mau, namun kalau tidak mau membayar Rp. 5 ribu tiap buku, akan diberikan kepada sekolah lain yang bersedia membayar ongkos kirimnya" terang Suhargo.

Lanjut membaca “Peroleh Buku Paket, Cukup Bayar 'Ongkos Kirim' Rp. 5 Ribu”  »»

23 February 2011

Soal Tes Uji Coba (TUC) UN 'Ngaco'

Gombong - orasakobere.

Soal Tes Uji Coba Ujian Nasional (TUC UN) SMA Kabupaten Kebumen dikeluhkan siswa dan guru. Beberapa soal tidak jelas dan keliru. Seorang guru mapel Matematika menunjukkan naskah soal TUC Matematika yang keliru. "Ini soalnya tidak ada nomor 19 nya, sementara soal yang ini nomor 15 nya dua buah dan sama persis. Juga ada dua soal lagi gambarnya tidak ada penjelasan sehingga tidak dapat dikerjakan". Guru senior ini juga menunjukkan soal lain yang tidak memiliki jawaban kendati soalnya benar.

Kekeliruan lebih parah terjadi pada naskah TUC UN Bahasa Inggris yang digelar hari rabu 23 Februari 2011 pada jam pertama. Pada naskah soal terdapat 26 soal telah tersedia 'jawabannya', berupa option (pilihan jawaban) yang telah diberi penebalan (bold).
TUC diselenggarakan serempak (bersama) di SMA-SMA se kabupaten Kebumen dalam rangka persiapan UN April mendatang. TUC UN dikoordinasikan oleh Dinas Dikpora Kebumen bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran.
Terkait masalah ini, Ketua Majlis Sakobere, Agus Purwanto, mengaku prihatin. "Ini kejadian berulang" ujar Agus. "Semestinya sebelum disebarluaskan dan digandakan harus ada semacam editor yang memeriksa dan mengerjakan soal, sehingga kekeliruan bisa diminimalkan' tambah Agus.
TUC UN akan berlangsungf hingga kamis besok, meliputi semua mata pelajaran yang di UN kan.

Lanjut membaca “Soal Tes Uji Coba (TUC) UN 'Ngaco'”  »»

29 January 2011

APBS Belum (Tidak) Disosialisasikan

Gombong - orasakobere.


Anggaran pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) SMA Negeri 1 Gombong tahun pelajaran 2010/2011, hingga bulan Januari 2010 belum disosialisasikan. Walaupun pada proses awal penyusunan RAPBS melibatkan guru, staf TU, dan karyawan, namun setelah finalisasi dengan komite sekolah dan menghasilkan dokumen APBS, dokumen APBS belum pernah disosialisasikan pada guru, TU dan karyawan. Dikonfirmasi hal ini beberapa guru SMAN 1 Gombong membenarkan belum menerima dokumen APBS 2010/2011.
Sementara kepala SMAN 1 Gombong, Drs. Kunnaji, yang dikonfirmasi membenarkan hal ini. "Bagi guru dan karyawan yang menginginkan dokumen APBS akan kami berikan, tapi memang benar tidak kami sosialisasikan" ujar Kunnaji.

Kontributor 'SAKOBERE' Agus Purwanto, yang juga guru SMAN 1 yang mencoba meminta dokumen APBS 2010/2011 dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBS 2009/2010 kepada bendahara sekolah, Saludin, diharuskan meminta ijin kepada kepala sekolah. Barulah setelah diberi ijin kepala sekolah, bendahara sekolah memberikan soft copy dokumen yang diminta.
Lampiran :
1. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ APBS SMAN 1 Gombong 2009/2010
2. APBS SMAN 1 Gombong 2010/2011.

Lanjut membaca “APBS Belum (Tidak) Disosialisasikan”  »»

26 January 2011

Akhirnya SMAN 1 Gombong Miliki Pedoman Penilaian

Gombong - orasakobere.

SMA Negeri 1 Gombong, secara resmi akhirnya menetapkan 'pedoman/norma penilaian' relatif lengkap. Setelah dua bulan lalu menyepakati pedoman penilaian kognitif, minggu ini waka kurikulum meluncurkan pedoman penilaian afektif dan psikomotor. Berbeda dengan penentuan pedoman penilaian kognitif yang didahului beberapa kali rapat secara partisipatif, penentuan pedoman penilaian afektif dan psikomotor tanpa didahului dengan rapat, namun dipersiapkan dan ditentukan oleh tim yang ditunjuk.
Buku nilai (borang penilaian) ketiga aspek ini telah dicetak dan mulai dibagikan kepada para guru, namun belum disosialisasikan kepada guru dan warga sekolah lainnya, termasuk bagaimana teknis pengisiannya.

Lampiran :
1. Daftar Nilai Kognitif.
2. Daftar Nilai Afektif.
3. Daftar Nilai Psikomotor.

Lanjut membaca “Akhirnya SMAN 1 Gombong Miliki Pedoman Penilaian”  »»

21 November 2010

SPJ BOS dan Kwitansinya Bisa Diakses Publik

Gombong - orasakobere.

Dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) beserta dokumen pendukungnya (berupa kwitansi pembayaran dan bukti keuangan lainnya) merupakan dokumen publik dan bisa diakses oleh publik. Keputusan penting ini diputuskan dalam persidangan Majelis Komisioner KIP (Komisi Informasi Pusat) senin (15/10/2010). Dalam putusannya, Majelis Komisioner KIP memutuskan bahwa SPJ (Surat Pertanggungjawaban) dan dokumen pendukung berupa kwitansi pembayaran dan bukti keuangan lainnya adalah dokumen publik dan dapat diakses oleh publik dan ICW sebagai pemohon. Selain itu, Majelis Komisioner juga memeintah Kepala Dinas dan 5 Kepala SMPN tersebut untuk menyerahkan dokumen tersebut pada ICW (http://www.antikorupsi.org/).

Putusan Majelis Komisioner ini mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, permintaan salinan dokumen oleh ICW sebagai pemohon telah sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik) dan Peraturan Komisi Informasi Pusat No. 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik pada Badan Publik. Kedua pemberian SPJ pada termohon tidak melanggar juknis BOS dan BOP karena tidak digunakan untuk audit sekolah bersangkutan. Selain itu, belum ada undang-undang yang mengatur bahwa dokumen SPJ adalah dokumen rahasia. Ketiga, dokumen SPJ tidak termasuk informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur pada pasal 17 UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP.

Selama ini, transparansi dimaknai sebagai penyerahan dokumen keuangan tersebut kepada lembaga berwenang seperti BPK, BPKP, Inspektorat atau lainnya. Pejabat publik menyatakan telah transparan ketika telah menyerahkan dokumen keuangan kepada lembaga pemeriksa tersebut. Akses publik pada dokumen tersebut bukan bagian dari transparansi. Demikian disampaikan Febri Hendri dari ICW dalam releasenya.
Lebih jauh Febri menjelaskan bahwa putusan ini menjadi dasar untuk seluruh rakyat Indonesia bersama-sama mengawasi pengelolaan dana publik di badan publik, khususnya badan publik negara dan pemerintah.



Lanjut membaca “SPJ BOS dan Kwitansinya Bisa Diakses Publik”  »»

07 November 2010

Hujan Abu, Murid Dipulangkan dan Diliburkan

Gombong - orasakobere.

Hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi menyebar hingga ke kota Gombong, ratusan kilometer jauhnya dari Gunung Merapi. Sedemikian tebalnya abu gunung hingga dirasa sangat mengganggu aktivitas masyarakat kota Gombong dan sekitarnya. Pemandangan 'aneh' terlihat di jalan-jalan, lampu mobil dinyalakan, pengendara sepeda motor tidak saja melengkapi dengan helm namun mengenakan jas hujan, pejalan kaki menggunakan payung.
Selasa 2 Nopember 2010, ForumPemerhati Anak (FPA) Kebumen mengeluarkan himbauan (via layanan pesan singkat) kepada para kepala sekolah dan pejabat Dinas Dikpora agar membagikan masker untuk murid-muridnya, agar mereka terhindar dari paparan dan cemaran abu vulkanik Gn. Merapi.

Himbauan simpatik ini ditanggapi oleh para kepala sekolah. SMPN 1 Kebumen misalnya, hari itu juga membagikan masker kepada seluruh muridnya.
Pada 5 Nopember 2010 sekitar Pk. 08.00 ketika hujan abu sudah sangat mengganggu aktivitas, Dinas Dikpora Kebumen melalui telpon menginstruksikan agar semua murid dipulangkan dan diliburkan esok harinya.

Lanjut membaca “Hujan Abu, Murid Dipulangkan dan Diliburkan”  »»

02 November 2010

Tim Sago Merasa 'Dicurangi' Dalam Lomba Pidato Bahasa Jawa

Gombong - orasakobere.

Tim SMA Negeri Gombong merasa 'dicurangi' dalam proses penjurian Lomba Pidato Bahasa Jawa Siswa SMA/SMK Tingkat Kabupaten Kebumen. Lomba berlangsung tanggal 28 Oktober 2010 di SMA Muhammadiyah Kebumen. Indikasi Tim Sago dicurangi nampak dari njomplangnya hasil penilaian tim yuri satu dengan lainnya. Yuri I memberikan nilai 97 untuk peserta atas nama Fauziyah Rifdhah Dhia Rani (SMA Negeri 1 Gombong), yuri III memberikan nilai 92, namun untuk yuri II hanya memberikan nilai 67.
"kok bisa njomplang begini nilainya?" tanya beberapa guru SMAN 1 Gombong mencemati hasil penilaian lomba. .

Seorang guru pendamping dari SMA Negeri Gombong mengaku pihaknya diberitahu seorang yuri bahwa ada 'seseorang' yang tidak menginginkan Tim Sago muncul sebagai juara. Sementara sampai dengan saat ini 'sakobere' belum bisa menghubungi pihak-pihak terkait untuk dikonfirmasi.

Lanjut membaca “Tim Sago Merasa 'Dicurangi' Dalam Lomba Pidato Bahasa Jawa”  »»

19 October 2010

Lebih Separo Anak Mengalami Gangguan Penglihatan

Kutowinangun - orasakobere.

Berdasarkan pemeriksaan mata pada 40 anak di sebuah kelas di SMP Negeri 1 Kutowinangun, hanya 14 anak dinyatakan normal. Selebihnya mengalami gangguan penglihatan. Gangguan mata rata-rata berupa 'gejala mata minus'. Gangguan mata ini berdampak pada prestasi belajar anak-anak. Hal ini disampaikan, Drs. Aris Prabowo, seorang guru SMP Negeri 1 Kutowinangun yang juga seorang aktivis pemerhati anak.

Lebih jauh Aris Prabowo menjelaskan bahwa ada seorang anak yang menduduki peringkat 39, dan ternyata yang bersangkutan mengalami gangguan penglihatan yang serius. Fakta ini membuat Aris prihatin, Aris mengkhawatirkan bila sampling data di kelas yang diampunya ternyata merupakan cerminan keseluruhan anak-anak di sekolahnya atau bahkan di banyak sekolah lainnya.

Lanjut membaca “Lebih Separo Anak Mengalami Gangguan Penglihatan”  »»

07 October 2010

Sunarno : SMAN 1 Gombong Harus Segera Penuhi 8 SNP

Gombong - orasakobere.

SMA Negeri 1 Gombong, yang telah dipilih menjadi RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri) dan sekolah PBKL (Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal), diharapkan untuk segera dapat memenuhi delapan SNP (Standar Nasional Pendidikan). Hal ini dikatakan Drs. Sunarno, M.Pd., selaku supervisor RSKM dan PBKL dari Kemendiknas, pada IHT (InHouse Training) pada Rabu, 6 Oktober 2010 di ruang guru SMA Negeri 1 Gombong. Dua hari sebelumnya Sunarno, dibantu seorang pengawas Dinas Dikpora Kebumen, Suwandi, melakukan supervisi pelaksanaan 8 SNP di SMA Negeri 1 Gombong.

Sunarno menekankan agar dalam setengah tahun mendatang SMA Negeri 1 Gombong mampu memenuhi 8 SNP dengan lebih baik. Diharapkan dengan terpenuhinya SNP sebagaimana diamanatkan UU Sisdiknas, kualitas pendidikan di Indonesia membaik.
Lebih jauh Sunarno meminta agar segenap pemangku kepentingan di SMA Negeri 1 Gombong bahu membahu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Lanjut membaca “Sunarno : SMAN 1 Gombong Harus Segera Penuhi 8 SNP”  »»

SPP dan Uang Pembangunan SMAN 1 Gombong Direncanakan Naik

Gombong - orasakobere.

Uang SPP dan Uang Pembangunan (dulu dikenal dengan uang gedung) tahun pelajaran 2010/2011 SMA Negeri 1 Gombong direncanakan naik. Berdasarkan informasi dari Waka Sarana Prasarana, Suhargo, kenaikan disebabkan adanya rencana pembangunan dan renovasi dua lab komputer sebesar Rp. 90 juta, pembangunan tiga ruang kelas baru Rp. 350 juta (cicilan I), dan untuk pendanaan Unit Sistem Informasi Sekolah (USIS) sebesar Rp. 30 juta.

Dalam draft RAPBS hasil kesepakatan sekolah dan komite yang akan diajukan dalam rapat pleno wali murid, disebutkan bahwa SPP untuk kelas X menjadi sebesar Rp. 148 ribu (sementara tahun lalu Rp. 129 ribu), SPP kelas XI Rp. 148 ribu (tahun lalu sebesar Rp. 119 ribu), dan SPP kelas XII Rp. 162 ribu (tahun lalu Rp. 120 ribu).
Kenaikan juga terjadi pada Uang Pembangunan. Kelas X akan dikenakan uang pembangunan sebesar Rp. 1,5 juta (tahun lalu Rp. 1 juta), kelas XI Rp. 500 ribu (tahun lalu Rp. 250 ribu), dan klas XII Rp. 300 ribu (tahun lalu Rp. 200 ribu).

Lanjut membaca “SPP dan Uang Pembangunan SMAN 1 Gombong Direncanakan Naik”  »»

01 October 2010

Pengambilan Data Biometrik PNS Dimulai

Gombong - orasakobere.

Dalam rangka penerapan Kartu PNS Elektronik di Kebumen, petugas Sucofindo didampingi oleh petugas dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kebumen selama 16 hari efektif mulai 27 September 2010 s.d. 18 Oktober 2010 akan mengambil data biometrik PNS yang meliputi pengambilan foto dan sidik jari.
Pengambilan foto dan sidik jari dilakukan di 25 lokasi merata di seluruh wilayah kabupaten Kebumen, secara terjadwal.

Dalam surat no. 800/1326/2010 tertanggal 15 September 2010, Sekda Kebumen, H. Suroso, S.H., menyatakan bahwa kegiatan pengambilan data biometrik bersifat wajib bagi semua PNS yang memiliki NIP baru yang sudah benar (tidak dalam proses ralat di BKN Jakarta).
Setiap PNS yang akan diambil data biometriknya harus membawa fotokopi SK terakhir dan SK Konversi NIP baru. Sementara untuk keperluan foto PNS diharuskan menggunakan pakaian PDH Kheki (PNS Setda, Dinas, Badan, Kantor, UPT Dinas), Satpol menggunakan PDH Satpol, dan Dinas Perhubungan (PDH biru). Sementara untuk PNS guru menggunakan PSH warna biru dongker.

Lampiran :
Surat Sekda No. 800/1326/2010 Tentang Pengambilan Data Biometrik PNS Untuk KPE.

Lanjut membaca “Pengambilan Data Biometrik PNS Dimulai”  »»

Kualitas Guru Dipertanyakan

Gombong - orasakobere.

Kualitas guru masih dipertanyakan dan bermasalah. Hal ini disampaikan Ketua Majlis Sakobere, Agus Purwanto pada acara Assesment Status Governance di Kabupaten Kebumen dalam Pemenuhan Hak Anak di Bidang Pendidikan, Partisipasi, dan Perlindungan Anak, Kamis 30 September 2010. Acara yang berlangsung di ruang Pedalen Hotel Candisari Karanganyar Kebumen, bertujuan memetakan situasi pemenuhan hak anak khususnya di bidang pendidikan di kabupaten Kebumen.

Agus menceritakan di sebuah desa ada orang tua yang tidak mau anaknya diajar oleh guru tertentu karena si orang tua menganggap sang guru tidak berkualitas. Hal ini diamini utusan PGRI Kebumen, Karsiyem. “Ada guru PNS di SD berasal dari lulusan SMK, bagaimana pendidikan akan berkualitas bila seperti ini” gugat Karsiyem.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Bidang TK/SD Dinas Dikpora Kebumen, Suwarjo, Ketua Yayasan Bina Insani, Dra. Sri Winarti, MH., utusan Pengurus PGRI Kebumen, Karsiyem, utusan Kementerian Agama Kebumen, Ashar Muhandi, dan dari Dewan Pendidikan Kabupaten Kebumen, Nanang. Juga hadir beberapa dari Plan PU Kebumen.
Forum dipandu oleh Ari Sujito dari IRE, dan Dewi dari LSM Gita Pertiwi Jogjakarta.
Sementara Kabid TK/SD Dinas Dikpora, Suwarjo, mengatakan bahwa berkait kondisi fisik bangunan sekolah di Kebumen relatif sudah baik, hanya ada beberapa saja yang rusak, demikian pula akses pendidikan Kebumen relatif baik. Namun Suwarjo mengakui bahwa untuk mutu lulusan memang masih membutuhkan perhatian berbagai pihak agar bisa ditingkatkan. Suwarjo sependapat bahwa kunci utama mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu guru. Lebih jauh Suwarjo sependapat bahwa ke depan peningkatan kualitas guru harus menjadi prioritas
.

Lanjut membaca “Kualitas Guru Dipertanyakan”  »»
 
©  free template by Blogspot tutorial