01 May 2010

Lima Tahun Kebumen Disewakan @Rp. 10.000


Kebumen - orasakobere.

Prihatin terhadap praktek pada pemilihan kepala daerah di Kebumen yang begitu marak, Majlis SAKOBERE melakukan gerakan perlawanan terhadap money politic dengan mencetak kaos bernada 'sarkastik' : Disewakan Murah Kebumen Periode 2010 - 2015 Hanya @Rp. 10.000'. Beberapa orang yang 'membaca kaos' semula mengernyitkan dahi, untuk sejenak kemudian tersenyum atau bahkan tertawa.

Ketua Majlis SAKOBERE, Agus Purwanto, mengatakan bahwa gerakan ini adalah sebuah otokritik, karena pelaku money politic bukan hanya pemberi namun juga masyarakat pemilih. "Mirip dengan nama SAKOBERE, itu adalah otokritik untuk kita semua" tambah Agus.

Lanjut membaca “Lima Tahun Kebumen Disewakan @Rp. 10.000”  »»

27 April 2010

Majlis SAKOBERE Usulkan Draft Panduan MOS

Kebumen - orasakobere.

Majlis Obrolan Merdeka SAKOBERE (orasakobere) menyampaikan draft usulan Panduan Masa Orientasi Siswa (MOS). Draft Panduan MOS dihasilkan dari diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pemangku kewajiban yang concern terhadap pelaksanaan MOS yang lebih ramah anak. Draft mengacu kepada Surat Dirjen Mandikdasmen No. 5181/C/MN/1998, Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen Nomor 220/C/MN/2008 dan Panduan Pelaksanaan dan Materi MOS SMP.

Sangat diharapkan draft Panduan MOS dapat disahkan oleh Kepala Dinas Dikpora Kebumen dan dijadikan panduan pelaksanaan MOS tahun pelajaran 2010/2011.
Ketua Majlis SAKOBERE, Agus Purwanto, berharap dengan panduan MOS semua pihak dapat mendorong pelaksanaan MOS sesuai tujuan utamanya, yaitu membantu siswa baru dalam beradaptasi dengan sekolahnya yang baru, sekaligus menghindari praktek menyimpang dalam MOS seperti praktek perpeloncoan.

Lanjut membaca “Majlis SAKOBERE Usulkan Draft Panduan MOS”  »»

26 April 2010

Pengumuman Hasil UN SMA Gombong : 2 Peserta Harus Ulang

Gombong - Orasakobere.

Hasil Ujian Nasional untuk SMA/MA/SMK diumumkan hari ini. Di SMA Negeri 1 Gombong sebanyak 2 orang peserta UN dinyatakan harus melakukan UN ulang , masing-masing 1 orang dari jurusan IPA dan 1 orang dari jurusan IPS. Hal ini diungkapkan Waka Kurikulum SMAN 1 Gombong, Drs. Wahyu Sapto Hartono. Lebih jauh Wahyu menjelaskan bahwa Mata Uji yang belum lulus adalah Biologi (1 orang) dan Bahasa Inggris (1 orang). Sementara nilai UN tertinggi di SMA Negeri 1 Gombong diperoleh Neneng Tri Rahayu Siswaty (jurusan IPA, jumlah nilai : 54,90) dan Argi Ananti Putri (jurusan IPS, jumlah nilai : 51,30).

Di tingkat kabupaten SMA Negeri 1 Gombong menduduki peringkat ke-2 setelah SMA Negeri 1 Kebumen. Sementara untuk mata uji Fisika dan Matematika IPS memperoleh peringkat tertinggi di Kebumen.
Diperoleh keterangan dari sebuah sumber di Dikpora, angka 'kelulusan' UN tahun ini, kabupaten Kebumen tertinggi se eks karesidenan Kedu.
Bagi peserta UN yang 'belum lulus', dapat mengikuti UN ulang pada bulan Mei 2010 di subrayon.

Lanjut membaca “Pengumuman Hasil UN SMA Gombong : 2 Peserta Harus Ulang”  »»

24 April 2010

Jumlah Murid Tiap Rombel : 32 atau 40?

Kebumen - Orasakobere.

Aturan jumlah murid tiap rombongan belajar (rombel) untuk SMP, dan SMA, dipertanyakan beberapa pihak. Pasalnya dalam Surat Keputusan Bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kebumen Nomor 421/1662.b/2010 dan Kepala Kamtor Kementerian Agaman (Depag) Kebumen Nomor Kd.11.05/A/PP/00.1/988/2010, berkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2010/2011, tertera jumlah murid tiap rombel maksimal 40 orang. Dalam surat yang sama diatur pula jumlah maksimal untuk TK/RA maksimal 25 orang tiap rombel, untuk SD/MI maksimal sebanyak 30 orang tiap rombel. Sementara untuk SMK Teknologi maksimal sebanyak 36 orang tiap rombel, dan untuk SMK Non Teknologi maksimal sebanyak 40 orang tiap rombel.
Sementara Peraturan Mendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, tertera jumlah murid tiap rombel untuk SMP, SMA, dan SMK sebanyak 32 orang, dan untuk SD sebanyak 28 orang.

"kami harus mengikuti yang mana?" Tanya Kepala SMP Negeri 1 Adimulyo, Markus Kuat, S.Pd. Sementara Kepala SMP Negeri 1 Buayan, Eko Budianto, S.Pd., mengaku bahwa sekolah yang dipimpinnya telah dua tahun ini hanya menerima 32 murid tiap rombel.
Berbeda, Kepala SMA Negeri 1 Bulus Pesantren, Drs. Eko Sutanto, mengakui bahwa tahun ini sekolahnya masih akan menerima 40 murid tiap rombel. "Tahun ini masih 40-an, mulai tahun depan 32-an" jawabnya ketika dihubungi melalui layanan pesan singkat. Dihubungi melalui layanan pesan singkat, Kepala SMK Negeri 1 Gombong, Drs. Basikun, menyatakan bahwa di sekolahnya jumlah murid tiap rombel sebanyak 36 orang.
Dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat tentang perbedaan jumlah murid tiap rombel antara Permendiknas 41/2007 dan SK Bersama PPDB 2010/2011, Kepala Dinas Dikpora, belum memberikan jawaban.

Lanjut membaca “Jumlah Murid Tiap Rombel : 32 atau 40?”  »»

10 April 2010

Dibuka Kesempatan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan

Kebumen - orasakobere.

Mengacu Permendiknas No. 10/2009 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan dan Surat Dirjen PMPTK No. 3108/F/LL/2010 tertanggal 2 Maret 2010 Tentang Pemberitahuan Program Pendidikan Profesi bagi Guru Dalam Jabatan, para guru yang belum mempunyai sertifikat pendidik, kini beroleh kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG)yang diakhiri dengan sertifikasi, sehingga peserta akan memperoleh sertifikaat pendidik.

Program PPG dilaksanakan oleh oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi yang ditetapkan oleh Mendiknas.
Informasi ini disampaikan oleh Dinas Dikpora Kebumen melalui surat bernomor 900/1260 tertanggal 2 Maret 2010. Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Bidang Administrasi Tenaga Pendidik dan Non Kependidikan, Muh. Rosyid, S.Pd,M.M.Pd, dijelaskan bahwa program PPG bagi guru dalam jabatan direncanakan mulai dilaksanakan bulan September 2010. Sementara kuota PPG Guru dalam jabatan secara nasional ditetapkan oleh Pusat, dan untuk kuota 2010 sebanyak 14.61.
Adapun persyaratan calon peserta PPG adalah sebagai berikut :
  1. Memiliki kualifikasi akademiki minimal S.1/D.IV yang dibuktikan dengan fotocopy ijasah yang dilegalisasi oleh Perguruan Tinggi (apabila Perguruang Tinggi jauh dari lokasi guru dapat dilegalisasi oleh kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan kabupaten/kota);
  2. Guru TK/SD/SMP/SMK/SLB baik guru PNS maupun guru bukan PNS yang mengajar di sekolah negeri atau swasta dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah;
  3. Guru bukan PNS adalah guru tetap yayasan dengan masa kerja minimal 5 tahun, dan memiliki NUPTK;
  4. Usia maksimum 50 tahun pada tanggal 1 September 2010;
  5. Diijinkan oleh kepala sekolah dibuktikan dengan Surat Ijin Belajar dan diketahui oleh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota;
  6. Tidak ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah;
  7. Biaya PPG bagi guru dalam jabatan dibebankan pada para peserta;
  8. Tunduk pada peraturan tentang pelaksanaan PPG bagi guru dalam jabatan,
Dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat (sms) Rosyid menyatakan bahwa perkiraan biaya sekitar Rp. 3 juta untuk guru kelas (1 semester) dan Rp. 5 juta untuk guru mapel (2 semester). "Namun ini belum final karena penunjukkan perguruan tinggi belum ada" tambah Rosyid.
Lebih jauh Rosyid menjelaskan bahwa untuk ijin belajar calon peserta PPG cukup dari Kepala Dinas Dikpora.
Seleksi administrasi akan mulai dilakukan bulan April 2010 dan segala persyaratan administrasi dikirim ke Dinas Dikpora paling lambat 3 Mei 2010.


Lanjut membaca “Dibuka Kesempatan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan”  »»

20 March 2010

Keabsahan Anggota TPI Dipertanyakan

Kebumen - orasakobere.

Keabsahan anggota Tim Pemantau Independen (TPI) Ujian Nasional Kabupaten Kebumen dipersoalkan. Seorang anggota Dewan Pendidikan Kabubaten (DPK) Kebumen, Dra. Sri Winarti, M.Hum, mempersoalkan masuknya 12 nama anggota TPI yang mengatasnamakan DPK Kebumen. "Padahal nyata-nyata mereka bukan anggota DPK Kebumen" ujar Sri Winarti.
Sementara ketua TPI Kebumen, Sigit Wibawanto, SE, MM, yang dihubungi melalui layanan pesan singkat menyatakan bahwa pihaknya tidak tahu ihwal hal itu. "Sy mlah gk tau, krn yg kt tau pngjuan dr DPK, trmsh informsny, nanti kta kroscek krn siapa sj yg jd anggota DPK kt gak tau" tulis Sigit dalam SMS.

Berdasarkan Surat Keputusan TPI Kebumen No. 01/SK-TPI/III/2010 Tentang Penetapan Anggota TPI UN Tahun Pelajaran 2009/2010 tercatat 17 nama tertera sebagai anggota TPI dengan asal instansi dari DPK namun 12 diantaranya adalah pengawas Dinas Dikpora, bukan anggota DPK Kebumen.
Lebih jauh ketua TPI Kebumen, melalui SMS, menjelaskan : "info trbaru dr tman sekretariat bhw pengawas tercatat sbgai anggota DPK adlh salah cetak , trmksh koreksi, dan kt sdh perbaiki".
Menjawab pertanyaan apakah Pengawas diperbolehkan menjadi anggota TPI Sigit menjelaskan (melalui SMS) : "Menurut pnjelsn dr koordnator TPI provinsi wakil rektor UNNES, dperkenankn, sbg anggota profesi non guru".
Berdasarkan POS TPI UN 2009/2010 (keputusan BSNP No. 0030/SK-TPI/BSNP/I/2010), Persyaratan Keanggotaan TPI adalah (1). Dosen perguruan tinggi (PTN/PTS), widyaiswara LPMP/P4TK, anggota assosiasi profesi pendidikan bukan guru dan anggota dewan pendidikan bukan guru yang ditetapkan oleh Sekeretariat TPI Tingkat Provinsi dan atau tingkat kabupaten/kota atas nama BSNP. (2). Mahasiswa yang telah menyelesaikan semester VI keatas, dalam hal jumlah pemantai tidak dapat dipenuhi butir 1.
Namun ketua Majlis SAKOBERE, Agus Purwanto, mempertanyakan independensi Pengawas DIkpora dalam penyelenggaraan UN. "TPI adalah pengawas eksternal UN, Pengawas Dikpora adalah aparatus Dinas Dikpora, sementara Dinas Dikpora adalah Penyelenggara UN. Ganjil kalau ada penyelenggara UN sekaligus menjadi pengawas UN" ujar Agus.
"Bukannya Pengawas Dikmen bertugas melakukan monitoring pelaksanaan UN atas nama Dinas Dikpora?" tanya Agus menambahkan.



Lanjut membaca “Keabsahan Anggota TPI Dipertanyakan”  »»

19 March 2010

M. Priyono : Dana UN Belum Turun, Sekolah Silahkan Cari Pinjaman Dulu

Gombong - orasakobere.

Akibat dana Ujian Nasional 2010 belum turun sekolah-sekolah penyelenggara UN agar berusaha mencari pinjaman dulu. Demikian disampaikan Kepala Bidang SLTP, SMA, dan SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen, Drs. M. Priyono, MM.Pd, saat memberikan pembekalan Pengawas Silang Ujian Nasional di aula SMA Negeri 1 Gombong (15/03/21010). Namun M. Priyono menjamin bahwa dan Ujian Nasional akan segera turun.


Lebih jauh Priyono menjelaskan bahwa Prosedur Operasional Standard Ujian Nasional (POS UN) tahun 2010 sebagian besar sama dengan tahun lalu. "Hanya ada sedikit perubahan" ujar Priyono.

Materi sosialisasi untuk pengawas ruang UN selengkapnya bisa di download disini.

Lampiran :
POS TPI



Lanjut membaca “M. Priyono : Dana UN Belum Turun, Sekolah Silahkan Cari Pinjaman Dulu”  »»

27 February 2010

Nilai Akreditasi SMA Gombong Turun Drastis

Gombong - orasakobere.

Nilai akreditasi SMA Negeri 1 Gombong turun, demikian disampaikan kepala SMA Negeri 1 Gombong, Drs. Kunnaji, dalam forum rapat guru kamis tanggal 25 Pebruari 2010. Berkait penurunan ini Kunnaji mengaku kecewa dan berharap agar bisa dijadikan bahan introspeksi semua pihak. Hasil akreditasi yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional tertanggal 11 November 2009 hanya memberikan nilai 87 dengan peringkat akreditasi A, turun tajam dibandingkan hasil akreditasi tahun 2005 yang mencapai 98,38. (ditetapkan BAN tanggal 31 Maret 2005)
.


Selengkapnya : komponen standar isi beroleh nilai 93, standar proses beroleh 78, standar kompetensi lulusan beroleh 95, standar tenaga pendidik dan kependidikan beroleh 79, standar sarana dan prasarana beroleh 93, standar pengelolaan beroleh 94, standar biaya beroleh 89, dan yang paling rendah standar penilaian hanya beroleh nilai 69.
Lebih lengkapnya dapat Anda kunjungi di website BAN

Lanjut membaca “Nilai Akreditasi SMA Gombong Turun Drastis”  »»

23 February 2010

Kunjungan Belajar Ke Qoryah Thayibah

Kebumen - orasakobere.

Pada Jumat, 19 Februati 2009 s.d. Minggu, 21 Februari 2009, Anak-anak dampingan Plan PU Kebumen-khusunya dari Wil. Karanggayam dan Karangsambung beserta para pendampingnya, mengadakan Kunjungan Belajar ke Komunitas Belajar Qaryah Thoyyibah (QT) di Kalibening - Salatiga dan Radio Anak Jogja. Mereka berjumlah 39 peserta (pendamping 11 orang dan anak-anak 28).

Rombongan berangkat dari Kantor (Plan PU Kebumen) pada pukul 16.30. Langsung ke penginapan di Kopeng - Salatiga. Pagi harinya, Sabtu, 19 Februari 2009 - usai makan pagi, rombongan menuju QT. Di QT, Rombongan disambut hangat oleh tuan rumah. Dibuka oleh Sdr. Muntaha-Pengurus-pendamping di QT.Diberi sambutan oleh tuan rumah langsung - Sdr. A. Bahruddin - 'Kepala Sekolah' di QT. Pada sambutan pembukaannya, Pak Dien - demikian panggilan akrab Ahmad Bahruddin, mengatakan bahwa kehadiran kita di manapaun seharusnya tidak merugikan orang lain. Tetapi, bisa bermanfaat, terlebih juga buat orang lain. Demikian salah satu prinsip yang selalu ditekankan pada peserta belajar di QT. Jadi, ukuran keberhasilan peserta belajar pada komunitas belajar QT adalah dapat bermanfaat.

Selanjutnya kegiatan langsung disetting oleh anak-anak. Dipandu oleh peserta belajar dari QT dan tamu peserta anak-anak. Sangat hangat dan antusias. Tamu peserta sangat serius menanggapi - menyimak yang dipaparkan anak-anak QT. Lebih jauh informasi tentang komunitas belajar QT, bisa dilihat di www.pendidikansalatiga.net/qaryah.

Peserta dari Logandu - Karanggayam, seperti Mijan, Dwi, Mizad, Wasis, dan Ahmad mengatakan bahwa kehadirannya di QT sangat berarti. Banyak manfaat yang dapat dipetik. Terpenting, mereka konon akan meniru - dan menumbuhkan semangat PD (percaya diri) yang lebih bagus. Mereka pun berjanji akan tetap menjalin hubungan komunikasi dengan teman-temannya.

Dari QT. Rombongan menuju penginapan di Kaliurang -Hotel Kana untuk beristirahat. Seperti yang dilakukan hari I, selepas makan pagi, romobongan langsung menuju Taman Pintar - tepatnya di Radio Anak Jogja.

Rombongan diterima oleh salah seorang pengelolanya. Pada sambutan pembukaan, tuan rumah mengatakan bahwa radio anak jogja ini eksis diperuntukkan bagi anak-anak di atas balita - 18 tahun. Disini, rombongan sangat antusias memperhatikan segala sesuatu yang disampaikan pengelola dan seorang penyiarnya yang masih anak-anak itu. Lebih jauh tentang radio anak jogja ini, dapat dilihat di www.radioanakjogja.com.

Seorang pendamping anak dari Karangsambung - Bapak Suranto, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat perlu karena memang sangat relevan dengan keadaan anak-anak dampingannya di Karangsambung. Menurut Suranto, dengan kegiatan kunjungan belajar itu, anak-anak dan para pendampingnya menjadi tahu kelebihan komunitas-komunitas di tempat kunjungan. Implikasinya, di wilayah dampingannya, tidak akan ada lagi 'pembunuhan karakter'. Karena anak akan dibiarkan berkembang sesuai dengan talentanya. (kiriman Wahyudi)

Lanjut membaca “Kunjungan Belajar Ke Qoryah Thayibah”  »»

16 February 2010

KPRI Makmur Diharapkan Dapat Tangani 'Proyek' Sekolah

Gombong - Sakobere.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) 'Makmur' SMA Negeri 1 Gombong diharapkan mampu melakukan pendekatan kepada manajemen sekolah, agar bisa lebih banyak 'proyek' sekolah dikerjakan KPRI. Ketua KPRI Makmur dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) (16/01/2010), Suhargo, mengatakan bahwa beberapa 'proyek' sekolah telah diserahkan sekolah kepada KPRI, misalnya pengadaan seragam siswa baru, pengerjaan pagar pembatas kelas dengan lapangan volly/basket, dan pekerjaan perbaikan atap kelas. "Alhamdulillah pekerjaan-pekerjaan tersebut telah dilaksanakan KPRI dengan baik, dan memberikan keuntungan yang memadai untuk KPRI" jelas Suhargo.


Namun rapat KPRI Makmur tidak dihadiri oleh kepala SMA Negeri 1 Gombong, Drs. Kunnaji, selaku penasehat. Menurut sekretaris KPRI, Warih Prabowo, ketidakhadiran kepala SMA Negeri 1 Gombong, disebabkan ada kepentingan dinas. Namun seorang staf TU menjelaskan bahwa kepala SMA Negeri 1 Gombong tengah menghadiri peresmian masjid di SMA Negeri 1 Rowokele.

Seorang anggota KPRI, Agus Purwanto, meminta agar pengurus KPRI lebih intens melakukan pendekatan kepada kepala sekolah agar berbagai proyek sekolah dapat dikerjakan oleh KPRI, sehingga keuntungannya dapat kembali ke anggota. Menurut Agus masih banyak hal-hal yang dapat dikerjakan oleh KPRI, seperti pengadaan ATK (alat tulis kantor), pengadaan buku-buku sekolah, pembangunan ruang kelas dan ruang-ruang lain, pengadaan komputer dan lain-lain.
Agus mencontohkan pengerjaan rehab ruang TU dan ruang UKS yang justru diborongkan kepada salah seorang anggota komite sekolah.
"Hal itu justru menyalahi Kepmendiknas 044/U/2002, karena komite sekolah mengemban fungsi sebagai pengontrol, akan ada konflik kepentingan ketika seorang anggota komite mengerjakan proyek sekolah karena yang bersangkutan juga semestinya melakukan fungsi kontrol" tegas Agus.

Lanjut membaca “KPRI Makmur Diharapkan Dapat Tangani 'Proyek' Sekolah”  »»

09 February 2010

IPA atau Fisika dan Biologi?

Kebumen - orasakobere.

Kita mengenal istilah IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) sebagai sebuah disiplin ilmu atau mata pelajaran, khususnya di SMP/MTs dan sederajat. Dalam struktur kurikulum di SMP berdasarkan SK Mendiknas RI No. 22, 23, dan 24 tahun 2006, tercantum jelas sebagai mata pelajaran IPA dan IPS dengan alokasi waktu masing-masing 4 jam pelajaran untuk kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Namun penerapan di banyak SMP mapel IPA dan IPS ini 'dipisah-pisah' dan tidak dilaksanakan dalam satu mapel terpadu IPA atau IPS.


Drs. Wahyudi, urusan kurikulum SMP Negeri 3 Kebumen (RSBI), menyatakan "Di lapangan, khususnya untuk mapel IPA dan IPS, masih ada "penyimpangan". Di SMP -SMP favorit, dengan alasan 'ingin menjaga mutu', mapel IPA dan IPS masih menyesuaikan pembelajaran IPA dan IPS yang terpisah (Biologi, Fisika, Sejarah, Geografi, 'Sosiologi', dan Ekonomi".

"Padahal, setahu kami, sejak kurikulum 1967/1968, Kurikulum 1975/1976, Kurikulum YDS 1984/1985, Kurikulum 2004, dan Kurikulum 2006/KTSP, tidak ada satupun penjelasan yang menguraikan bahwa mapel IPA dan IPS diberikan terpisah (artinya: harus terpadu)" imbuh Wahyudi.

Wahyudi menunjukkan contoh, pada 11 s.d 13 Februari 2010 guru-guru SMP RSBI diundang mengikuti Workshop MGMP RSBI SMP se - Jawa Tengah. Berdasarkan Surat dari Dinas Prov. Jawa Tengah No. 893.3/00870/2010 tgl 2 Februari 2010, guru-guru yang diundang Guru Fisika, Guru Biologi (bukan guru IPA-Red).

Lanjut membaca “IPA atau Fisika dan Biologi?”  »»

07 February 2010

Try Out UN Tahap III di SMPN 3 Kebumen

Kebumen - orasakobere.

Mulai Senin, 18 Januari 2010 hingga Kamis, 21 Januari 2010, SMP N 3 Kebumen menyelenggarakan TUC (Tes Uji Coba - Soal UN) Tahap III bagi para siswa kelas IX. Jadwal dan posisi tempat duduk sudah diseting menyerupai UN yang akan digelar pada Minggu IV Maret 2010 nanti. Kegiatan berlangsung dari jam 14.00 -16.00.

Tentu saja, hal ini untuk menyikapi UN yang memang cukup menguras energi para guru - utamanya guru mapel UN Kelas IX.

Menurut Ibu Dra. CH. Atika Hanung - guru BK di SMP N. 3 Kebumen, TUC ini adalah sebagai salah satu barometer kekuatan pribadi setiap siswa. Sebagai barometer bagi siswa untuk mengukur dirinya sendiri. Oleh karena itu, pada setiap event TUC itu, pesan Ibu Tika pada peserta didik adalah "TIDAK NYONTEK - KERJAKAN SAJA SENDIRI !".

"Dunia nyata yang harus dihadapi siswa sekarang adalah hasil UN", begitu ujar Ibu Hanung. "Jika ingin mendapatkan sekolah yang favorit, ingin mendapatkan kelanjutan studi yang bagus, ya hasil UN harus bagus-lah!" tambah Bu Tika - panggilan akrab di SMP N 3 Kebumen.

Lain lagi - tapi sejiwa, menurut Bpk. J. Tarmudji, S.Pd. - salah seorang guru matematika senior di SMP N 3 Kebumen. TUC ini adalah wahana latihan. "Biar tidak kaget saat pelaksanaan ujian yang sesungguhnya nanti, sehingga, diharapkan hasil yang diraih peserta didikpun bisa lebih baik"



Lanjut membaca “Try Out UN Tahap III di SMPN 3 Kebumen”  »»
 
©  free template by Blogspot tutorial